Siswi SMK di Semarang Diduga Bunuh Bayinya yang Baru Dilahirkan

Siswi SMK di Semarang Diduga Bunuh Bayinya yang Baru Dilahirkan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 22:05 WIB
Siswi SMK di Semarang Diduga Bunuh Bayinya yang Baru Dilahirkan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Semarang - Seorang siswi kelas XII SMK swasta di Salatiga, Jawa Tengah berinisial SU (19) diduga melahirkan dan langsung menganiaya bayinya hingga tewas. SU yang merupakan warga Dusun Banjaran, Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah itu masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan polisi.

Dari informasi yang beredar, SU melahirkan di kamar mandi rumahnya hari Kamis (26/1/2017) dini hari dan membawa bayinya ke kebun belakang rumah. Fisik SU memang tidak terlihat sedang hamil, maka ketika neneknya, Siti Asliyah (60) melihat darah di kamar mandi dan cucunya di luar rumah. SU mengaku darah tersebut akibat datang bulan.

SU segera dilarikan ke RSUD Salatiga. Namun saat tim medis melakukan penanganan, Siti mendapatkan kabar dari tetangganya yang melihat mayat bayi laki-laki dengan banyak luka benda tajam di kebun belakang rumahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian setempat yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penanganan. Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso mengatakan mayat bayi tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi oleh Bid Dokkes Polda Jawa Tengah untuk mengetahui penyebab kematian.

"Menunggu hasil otopsi dari Bid Dokkes Polda Jateng. Dari situ akan kita lakukan penyelidikan, bayi tersebut meninggal karena apa," kata Thirdy kepada detikcom, Jumat (27/1/2017).

"Ada bekas lukanya," imbuhnya.

Dari keterangan sementara dari SU dan 4 saksi, memang menyebutkan bayi tersebut baru saja dilahirkan SU sebelum ditemukan tewas oleh warga. Namun Thirdy menegaskan SU masih berstatus saksi karena masih menunggu hasil otopsi.

"Masih belum bisa dimintai banyak keterangan, perempuan yang mengaku ibunya itu masih di rumah sakit," pungkas Thirdy.

Dalam kesehariannya, SU tinggal berdua bersama neneknya karena orang tua SU sudah berpisah. Kepolisian juga masih mendalami terkait keterangan saksi yang menyebutkan ada pria yang diduga berhubungan dengan kehamilan SU. (alg/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini