Djarot Jawab Pertanyaan Anies Soal Pemberian KJP

Debat Cagub DKI

Djarot Jawab Pertanyaan Anies Soal Pemberian KJP

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 21:58 WIB
Djarot Jawab Pertanyaan Anies Soal Pemberian KJP
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta - Anies Baswedan bertanya kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat terkait Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dianggap belum bisa memastikan adanya keadilan bagi seluruh anak usia sekolah di Jakarta. Menurut Anies, Angka Partisipasi Murni (APM) di Jakarta masih terlalu rendah.

"Di Jakarta, anak-anak kita hanya 68 persen APM di Jakarta. Apalagi kalau kita lihat per daerah di Jakarta Utara angka APM-nya 52 persen. Hanya separuh anak usia SMA di Jakarta Utara tidak masuk sekolah. Langkah apa yang dilakukan untuk memastikan pelayanan publik yang meghadirkan keadilan untuk sejahtera benar-benar hadir di Jakarta?" tanya Anies dalam debat di Hotel Bidakara, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017).

Djarot menjawab pertanyaan Anies, menurutnya APM di Jakarta 67 persen dan itu tertinggi di Indonesia. Dia dan Ahok memberikan KJP kepada seluruh pelajar tidak mampu tingkat SMU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memberikan subsidi kepada siswa-siswa SMU dalam bentuk KJP supaya mereka bisa melanjutkan dan meneruskan, dan kita bisa meningkatkan APM kita. Seluruh pelajar SMU kita berikan KJP bagi yang tidak mampu," tutur Djarot.

Bagi yang tidak melanjutkan ke tingkat SMU dan memilih untuk bekerja, Ahok-Djarot menyediakan sekolah kejar paket agar bisa sekolah sepulang bekerja.

"Kita juga membuka sekolah kejar paket sehingga mereka bisa belajar pada malam hari. Dengan cara seperti itu, di Jakarta kita mengharapkan bahwa APM-nya bisa mendekati 90 persen," tutur Djarot.

"Sekarang ini anak-anak kita bisa sekolah dengan baik. Sampai kita mereka yang sudah lulus SMA pun ketika dia menerima KJP dia akan terus lanjut untuk mendapatkan beasiswa ketika dia diterima di PTN," jelasnya.

Menurut Djarot, lima tahun tidak cukup untuk meningkatkan APM itu. Ia dan Ahok ingin diberi kesempatan lima tahun lagi untuk memenuhi target tersebut.

"Lima tahun tidak cukup, kita perlu lima tahun lagi dan kita akan tunjukan bahwa anak-anak DKI betul-betul unggul. Sampai tingkat PTN mendapatkan beasiswa," urai Djarot. (rna/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads