"Untuk hukuman (kepada peserta), mekanisme pelanggaran pertama kita beri teguran verbal, ada hukuman fisik misalnya push-up dan jalan jongkok, dan kalau masih diulangi lagi ya pengurangan nilai. Tapi tidak tertutup kemungkinan ada yang berlebihan," ujar Wildan dalam jumpa pers di Hall UII, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Jumat (27/1/2017).
Hadir pula dalam jumpa pers tersebut Ketua Mapala Unisi UII Imam Noorizky. Mereka tak mau menjelaskan soal dugaan kekerasan di dalam diksar. Menurutnya, hal itu sudah masuk ranah kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, kata Wildan, ada mekanisme teguran bagi panitia yang terlihat berlebihan dalam bersikap.
Dalam kesempatan ini, Imam juga menegaskan tak ada intimidasi atau tekanan kepada peserta diksar yang saat ini dirawat di rumah sakit maupun rawat jalan.
"Itu (intimidasi) tidak benar," kata Imam.
(sip/rvk)










































