2.000 Ton Beras Telah Dikirim Bulog ke Nias
Kamis, 14 Apr 2005 04:55 WIB
Jakarta - Perum Bulog telah melakukan pengiriman beras yang mencapai lebih dari 2.000 ton ke Nias melalui Sibolga dan Medan sejak awal terjadinya bencana gempa 28 Maret hingga 12 April 2005."Dari jumlah tersebut, telah disalurkan untuk kebutuhan Raskin per bulan sebesar sekitar 1.100 ton. Sedangkan kebutuhan penyaluran untuk bantuan yang diminta Dinas Sosial dan Satkorlak/Satlak hingga 11 April 2005 sudah mencapai sekitar 950 ton," tutur Kabag Humas Perum Bulog Rochjat Natajoeda dalam pernyataan tertulis kepada detikcom, Rabu (13/4/2005).Penanganan korban bencana alam gempa bumi di Nias, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan beras bagi masyarakat di wilayah tersebut, secara terus menerus diupayakan Bulog beserta pihak terkait."Namun hingga kini masih menghadapi banyak kendala, terutama persoalan transportasi dan sarana pelabuhan yakni dermaga, truk, dan buruh di Nias yang sangat terbatas," sebut Rochjat.Dengan kemampuan bongkar muat dermaga pelabuhan Gunung Sitoli yang sangat terbatas, mengakibatkan tersendatnya pengiriman beras ke Gunung Sitoli. Misalnya pada 11 April 2005, kapal pengangkut beras Bulog dari Sibolga harus menunggu selama 2 hari tidak bisa sandar. Barulah pada sore harinya, kapal yang membawa 230 ton tersebut berhasil disandarkan dan dibongkar.Selanjutnya dalam waktu dekat segera diberangkatkan lagi pengiriman beras dari Sibolga dengan menggunakan kapal LST milik TNI AL sejumlah 300 ton, dan kapal umum sebanyak 100 ton. Sedangkan dari Jawa Timur akan dikirim sebanyak 2.750 ton langsung ke Gunung Sitoli.Karena besarnya kebutuhan untuk penyaluran beras di Pulau Nias, baik berupa penyaluran rutin berupa Raskin maupun untuk bantuan darurat bencana alam, maka kiriman beras yang berhasil dibongkar dari kapal langsung habis disalurkan kepada masyarakat korban bencana alam di wilayah tersebut yang sudah sangat membutuhkan beras.Hal ini mengakibatkan gudang-gudang milik Perum Bulog di Gunung Sitoli tidak sempat terisi untuk cadangan stok. Untuk mengatasi hal itu, telah disepakati antara Bulog dan pihak terkait agar pada waktu mendatang akan mengoptimalkan pengisian stok di gudang Perum Bulog di Gunung Sitoli. Sehingga pasokan beras untuk Nias dapat berjalan lebih lancar."Sementara dengan terjadinya gempa bumi di Padang Sumbar, stok beras yang dikuasai Divre Sumbar masih cukup banyak untuk mengantisipasi bencana di Sumbar, yaitu sebesar 10.000 ton yang masih cukup untuk penyaluran sekitar 4,5 bulan ke depan," sebut Rochjat.
(sss/)











































