Djarot: Tunjangan Tinggi, Tak Ada Korupsi, Pelayanan Meningkat

Debat Cagub DKI

Djarot: Tunjangan Tinggi, Tak Ada Korupsi, Pelayanan Meningkat

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 20:14 WIB
Djarot: Tunjangan Tinggi, Tak Ada Korupsi, Pelayanan Meningkat
Foto: Gibran Maulana/detikcom
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat, menyebut tingginya tunjangan kinerja daerah (TKD) berhubungan langsung dengan pelayanan publik. Tunjangan tinggi bisa memacu para aparatur sipil negara (ASN) bekerja optimal, tanpa harus korupsi.

"Kami akan memastikan bahwa mereka bekerja maksimal untuk melayani warga Jakarta dengan hati. Oleh sebab itu, diperlukan ukuran-ukuran yang jelas salah satu indikator kinerja," ujar Djarot dalam debat ronde kedua cagub-cawagub DKI bertemakan 'Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik dan Penataan Kawasan Perkotaan' di Hotel Bidakara, Jl Jend Gatot Subroto, Pancoran, Jaksel, Jumat (27/1/2017).

Dengan kinerja optimal dari para pegawai, Pemprov DKI otomatis akan meningkatkan nilai tunjangan kinerja. Saat ini di Pemprov DKI tercatat ada 135.222 PNS dan non-PNS yang mengisi 5.046 jabatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan begitu, ada kompetensi dari mereka untuk mencapai tunjangan kinerja maksimal mereka tidak perlu lagi korupsi sehingga pelayanan yang diterima warga Jakarta bebas pungli," tegas Djarot.

"Ukuran jelas, bisa mengeluarkan KJP tepat sasaran, dinas tata air membuat badan sungai yang bersih dan indah, dinas taman. Kami memuaskan warga Jakarta untuk melayani," imbuhnya. (fdn/van)


Berita Terkait