"Kami pun melihat peluang lain untuk dapat meningkatkan kapabilitas bandara (airport capability) selain dari infrastruktur fisik yang sudah bagus tadi diintegrasikan dengan infrastruktur lunak, yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan infrastruktur digital," ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Jumat (27/1/2017).
Awaluddin mengatakan AP II berfokus pada pengembangan infrastruktur dan teknologi digital adalah untuk mengefisienkan sisi operasional bandara, mengurangi potensi risiko kerugian, dan mengefektifkan digitalisasi data (big data) pada tahun 2017 sebagai potensi revenue stream baru yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.
Kementerian Badan Usaha Milik Negara juga telah menginstruksikan kepada AP II untuk melakukan kajian studi kelaikan (feasibility study) pembangunan Bandara Internasional Soekarno-Hatta II (CGK II) agar dapat menampung permintaan jasa angkutan udara yang diprediksi menembus 100 juta penumpang pada tahun 2025.
Arus lalu lintas penumpang yang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah mencapai sekitar 55 juta orang pada 2016 dan diprediksi jumlah tersebut melonjak 8% atau menjadi sekitar 60 juta penumpang pada tahun 2017.
Korporasi menargetkan hasil kajian studi kelaikan CGK II tersebut akan diselesaikan pada tahun 2017 dan AP II akan mengajukan perizinannya kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat dimasukkan dalam grand design Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Nantinya, dalam penyusunan kajian ini, AP II akan melibatkan berbagai macam pihak, yaitu Jasa Marga, pemerintah daerah, dan Kementerian Perhubungan selaku otoritas yang memberikan izin kelayakan ruang udara dan kelayakan penerbangan," ungkap Awaluddin.
Selain peningkatan jumlah penumpang, aksesibilitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan ditingkatkan dengan cara membangun akses tol layang khusus ke bandara dengan melibatkan PT Jasa Marga (Persero). Akses tol layang khusus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk memisahkan trafik kendaraan yang tidak menuju ke bandara, seperti ke area perumahan, pergudangan, dan pabrik.
Anggaran belanja modal AP II untuk tahun 2017 adalah Rp 9,1 triliun, yang sebagian besar diinvestasikan untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam beberapa proyek, seperti revitalisasi Terminal 1, revitalisasi Terminal 2, runway overlay di sisi utara dan pembangunan runway ketiga.
Untuk diketahui, terminal baru yang akan dioperasikan penuh pada tahun ini antara lain adalah Bandara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Depati Amir (Pangkalpinang), Bandara Silangit (Tapanuli Utara), Bandara Internasional Supadio (Pontianak), dan Terminal 3 untuk penerbangan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang).
"Dalam lima tahun terakhir, AP II telah melakukan pembangunan dan penyempurnaan infrastruktur fisik dengan baik, antara lain seperti terminal baru, apron, dan taxi way, serta prasarana pendukung lainnya," pungkasnya. (ega/nwk)










































