Pada debat ronde pertama pada 13 Januari lalu para cagub-cawagub DKI dinilai masih terlalu berhati-hati. Masih ragu untuk saling 'serang' dan saling bertarung gagasan dan adu fakta.
"Jadi di debat kedua ini harusnya lebih panas. Pasangan cagub cawagub harus berani saling menyerang sehingga masyarakat akan melihat pemenangnya," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada wartawan, Jumat (27/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarkan lebih banyak fakta dan data. Jadi cagub cawagub harus berani main dengan data sehingga masyarakat tahu mana yang sebenarnya lebih siap memimpin Jakarta," kata Hendri.
Hendri berharap para cagub cawagub DKI tidak bermain aman. Benar-benar unjuk gigi di depan warga Jakarta yang saat ini tengah mencari calon pemimpin terbaik untuk ibu kota lima tahun ke depan.
"Sehingga masyarakat dapat dengan mudah menentukan siapa pasangan cagub DKI yang akan dipilih apakah pasangan nomor urut satu, dua atau tiga," katanya.
Debat cagub-cawagub DKI ronde kedua malam ini mengambil tema 'Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik serta Penataan Kawasan Perkotaan'.
Ketiga pasangan, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat, dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno, akan beradu gagasan tentang reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan penataan kawasan perkotaan Jakarta.
detikcom kembali akan menayangkan live streaming debat cagub-cawagub DKI Jakarta pada Jumat (27/1/2017) malam nanti mulai pukul 19.30 WIB. Selain Live Streaming, detikcom juga akan menampilkan live report. Jangan sampai ketinggalan!
(van/erd)











































