Anggota TNI AD Terlibat Aksi Penjambretan Bersenjata

Anggota TNI AD Terlibat Aksi Penjambretan Bersenjata

- detikNews
Kamis, 14 Apr 2005 00:21 WIB
Palu - Aksi penjambretan bersenjata terjadi di Palu oleh 3 pemuda yang mengendarai sebuah sepeda motor. Salah satunya merupakan anggota TNI AD.Insiden terjadi sekitar pukul 19.30 WITA, Rabu (13/4/2005). Saat itu korban bernama Natarina yang berusia sekitar 30 tahun tahun dijambret di sekitar Jalan Dewi Sartika Palu Selatan.Natarina sedang melintas dengan menggunakan sepeda motor. Namun tiba-tiba dia dijambret oleh 3 pemuda yang berboncengan dengan sepeda motor. Pejambret berhasil merampas tas berisi uang tunai Rp 6 juta, 2 handphone, dan puluhan voucher pulsa.Untunglah saat itu melintas anggota Buser Polres Donggala. Kejar-mengejar pun berlangsung hingga ke Jalan Anoa. Setelah diberi peringatan tak membuat pejambret menyerah, polisi melepaskan tembakan.Doorrr! Pejambret yang duduk paling belakang pun kena. Pria yang kemudian diketahui bernama Ari Sudin warga jalan Tanjung Harapan Palu Selatan itu pun menderita luka tembak di paha kanan. Ketiganya kemudian dibekuk polisi dan dibawa ke Polsek Palu Selatan. Selanjutnya mereka dibui di Polresta Palu jalan Pemuda Palu Timur.Nah, ternyata salah satu pejambret merupakan anggota TNI AD. Berdasarkan identitas yang dimilikinya dia bernama Jamal dengan pangkat kopral dua. Darinya juga diperolah sepucuk senjata pistol jenis FN, yang merupakan senjata organik TNI.Sekitar pukul 22.00 WIB, Kopda Jamal dijemput petugas provost yang merupakan Polisi Militer TNI AD dan dibawa ke Pom TNI AD untuk diproses lebih lanjut. Sebelum penjemputan, sejumlah perwira TNI dan Polri bertemu di ruang kerja Kapolresta Palu AKBP Guntur Widodo.Saat dihubungi wartawan melalui telepon, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Aryanto Sutadi mengatakan pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut dan akan memproses pelakunya."Jika anggota polisi bersalah dalam melepaskan tembakan, kita akan tindak. Sedangkan mengenai anggota TNI AD yang terlibat, dia akan diproses oleh anggota Polisi Militer," katanya singkat.Sempat dikabarkan kalau beberapa saksi mata mengaku melihat dan mendengar terjadi tembak-menembak saat polisi dan pejambret berkejaran. Namun petugas polisi yang bertugas di Polresta Palu membantahnya.Sementara Ari Sudin, pejambret yang tertembak di paha kanannya hanya bisa terbaring di lantai dingin Polresta Palu dengan darah yang terus mengucur. Tak berapa lama petugas Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Sulteng datang merawat lukanya. Sedangkan rekan mereka yang satunya lagi belum diketahui identitasnya. Keduanya mendekam di sel Polresta Palu. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini