3 Peserta Diksar Tewas, Mapala UII: Rasa Bersalah di Pundak Kami

3 Peserta Diksar Tewas, Mapala UII: Rasa Bersalah di Pundak Kami

Sukma Indah Permana - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 18:15 WIB
3 Peserta Diksar Tewas, Mapala UII: Rasa Bersalah di Pundak Kami
Mapala Unisi UII memgelar jumpa pers terkait dengan tewasnya 3 mahasiswa. (Sukma Indah Permana/detikcom)
Yogyakarta - Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga atas tewasnya 3 peserta Diksar The Great (TGC) XXXVII. Mapala Unisi mengungkapkan rasa bersalah mereka.

"Sebagaimana yang kita saksikan dan dengarkan, ini sangat luar biasa yang menimpa kami, Mapala Unisi UII dan UII, berpulangnya saudara, sahabat, dan adik kami," ujar Ketua Mapala Unisi UII Imam Noorizky saat jumpa pers di Hall UII, Jalan Cikditiro, Yogyakarta, Jumat (27/1/2017).

Sebagai pribadi dan Ketua Mapala Unisi UII, Imam menyampaikan rasa dukacita atas kejadian tersebut. "Sebagai pribadi, individu, tentu menyesalkannya dan rasa bersalah ada di pundak kami," kata Imam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam juga menyampaikan maaf kepada kedua orang tua dan keluarga besar para korban yang tewas.

"Permohonan maaf juga kami sampaikan ke seluruh sivitas UII, karena telah mencoreng nama besar almamater yang kita banggakan. Dan juga kepada seluruh organisasi pencinta alam sehingga menimbulkan sentimen negatif pada organisasi (pencinta alam)," urainya.

Tak hanya itu, Imam juga menjelaskan kenapa baru sekarang memberi penjelasan atas tewasnya tiga mahasiswa tersebut.

"Ketika musibah kami dapatkan, kami organisasi resmi yang di bawah rektorat, kami melakukan koordinasi secara cepat. Hasilnya, semua informasi yang akan disampaikan ke masyarakat dan media hanya disampaikan Humas UII agar tidak simpang-siur," kata Imam.

Imam bercerita pihak kampus telah merespons dengan cepat dengan membentuk tim investigasi dan tim pencari fakta. Tim tersebut masih bekerja secara maraton untuk menemukan apa yang menjadi penyebab peristiwa ini.

"Kami mengimbau agar masyarakat sabar menunggu hasil kerja tim, saya serahkan apa hasilnya dan terbuka serta lapang dada menerimanya," tutur Imam.

Imam mengaku siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Dia berkomitmen untuk kooperatif serta mengawal proses hukumnya.

"Saya selaku Ketua Mapala Unisi siap mempertanggungjawabkan itu semua," ujarnya.

Tewasnya tiga mahasiswa tersebut, Syaits Asyam (19), Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nur Padmy Listia Adi (20), menjadi perhatian banyak pihak. Ketiganya meninggal dunia saat mengikuti diksar, yang dilaksanakan sebagai syarat menjadi anggota Mapala Unisi.



(sip/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads