Jalur Sutra dan Masuknya Tradisi Imlek ke Nusantara

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 11:01 WIB
Lampion Imlek/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tahun baru Imlek kini menjadi ajang tahunan yang cukup semarak di Indonesia. Bagaimana awal mula datangnya tradisi Imlek di nusantara?

"Masuknya bersamaan dengan mulainya diaspora atau migrasi etnis Tionghoa. Bicara tentang itu, dimulainya sejak masa-masa jalur perdagangan jalur sutra antara Tiongkok dengan Nusantara tapi pada waktu itu belum masif masuk, hanya tinggal beberapa bulan," tutur sinolog UI Agni Malagina saat berbincang dengan detikcom, Rabu (25/1/2017).

Jalur sutera merupakan rute perdagangan melalui darat yang dimulai sejak 35 tahun sebelum masehi. Tetapi memang sedikit kapan tepatnya para saudagar dari China singgah ke Nusantara.

Salah satu catatan tentang etnis Tionghoa memasuki Nusantara adalah dari I Tsing sekitar abad ke-7. I Tsing (atau kadang ditulis Iching) menulis tentang kerajaan Sriwijaya. Dalam catatannya, dia tinggal selama 6 bulan di Nusantara.

"Juga mereka sudah pada datang yang paling besar, yang paling signifikan masa setelah orang Eropa masuk. Otomatis tentang kegiatan etnis Tionghoa massif juga masuk," kata Agni.

Masuknya etnis Tionghoa juga membawa kebudayaan mereka. Terlebih ketika etnis Tionghoa biasanya hidup berkelompok dan tetap menjalankan tradisi leluhur mereka.

Pada era masuknya orang-orang Eropa ke Nusantara, etnis China masuk melalui Banten. Baru setelah itu dibukalah pelabuhan Sunda Kelapa di Batavia sehingga menjadi pintu masuk lain untuk etnis China.

"Awalnya Sunda Kelapa - Batavia, lalu ke Cirebon, Jepara, Rembang, Lasem. Di Lasem mereka jadi komunitas terbesar. Lalu masuk ke masa penyelundupan candu, masa kejayaan candu selesai abad 19. Kemudian mulai tumbuh sentra Pantura baru. Jadi mulai tercatat rapi kalau Imlek masuknya kapan ramainya ke Indonesia, orang China juga ternyata menetap dan kawin dengan pribumi," papar Agni.

Proses akulturasi dan asimilasi budaya kemudian terjadi di masyarakat. Tetapi budaya Imlek sempat mengalami pelarangan di tahun '60an. (bag/fjp)