Tanah Longsor Kembali Landa Trenggalek, Akses JalanTerputus

Tanah Longsor Kembali Landa Trenggalek, Akses JalanTerputus

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 27 Jan 2017 00:46 WIB
Tanah Longsor Kembali Landa Trenggalek, Akses JalanTerputus
Foto: Dok. Istimewa
Trenggalek - Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Kali ini material batu dan tanah runtuh dari tebing setinggi 100 meter. Akibatnya satu rumah penduduk rusak dan akses jalan nasional Trenggalek-Ponorogo terputus.

Kapolsek Tugu, Iptu Bambang Purwanto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (26/1/2017) sekitar pukul 20.30 WIB di Dusun Pringombo, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, tepatnya di kilometer 17 Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo.

"Ini tadi kami mendapat laporan dari masyarakat dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Memang betul, kondisi jalan terputus total, selain itu ada pohon tumbang di jalan," kata Bambang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, satu rumah yang ikut terdampak longsor adalah milik Nurhandik, yang lokasinya tepat berada di bawah tebing. Namun pihaknya belum bisa memastikan tingkat kerusakan yang terjadi, karena kondisi gelap dan masih rawan longsor susulan.

"Rumah tersebut sebelumnya juga tertimpa batu besar dan sudah dikosongkan, sekarang terkena lagi. Tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan, tebing yang longsor ini masuk kawasan hutan yang berada dibawah pengelolaan Perhutani. Saat ini, kepolisian telah melakukan langkah darurat dengan menutup jalur utama Trenggalek-Ponorogo, agar tidak terjadi antrean panjang kendaraan.

"Begitu ada kabar itu, kami juga langsung koordinasi dengan Polsek Sawoo agar menutup jalan dari arah barat (Ponorogo dan Jawa Tengah)," ujarnya kepada detikcom.

Rencana pembersihan material longsor dan pembukaan jalur utama Trenggalek-Ponorgo akan dilakukan besok pagi, mengingat saat ini kondisinya masih labil dan rawan longsor susulan.

"Kita lihat situasinya besok pagi seperti apa, kalau memang aman ya tentu segera dibersihkan, tapi kalau masih rawan terpaksa ditunda dulu," imbuhnya. (nkn/nkn)


Berita Terkait