Dia mengatakan, program pendidikan gratis hanya janji dan tidak mungkin terwujud. Menurutnya, pendidikan gratis untuk warga Banten bisa terwujud jika dibantu pemasukan daerah selain dari anggaran belanja daerah.
"Sekarang kita minta dari Bandara itu, enggak usah besar-besar, Rp 5.000 saja. Setiap tahun itu 70 juta orang yang mendarat. Cukup dengan Rp 3,5 Triliun, artinya pendidikan Provinsi Banten Gratis. Kalau sekarang ada yang menjanjikan pendidikan gratis. Saya minta maaf itu hanya janji. Tidak mungkin," ujar Rano saat menghadiri peringatan ulang tahun Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) ke-51 di Tangerang Selatan, Banten, Kamis (26/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"APBD Banten sekarang ini baru Rp 10 Triliun, Jakarta Rp 70 Triliun. Dia (Jakarta) buang Rp 5 Triliun hanya untuk gratis sekolah enggak ada artinya. Nah, kalau Banten Rp 5 triliun lagi mau bangun apa? Infrastruktur belum jadi, pendidikan belum ada, pos kita Rp 1,8 Triliun. Artinya harus ada skala prioritas. Inilah yang saya kejar sebagai sebuah provinsi," jelas Rano.
Janjikan Bantuan Modal Usaha untuk UMKM
Calon Gubernur Banten nomor 2, Rano Karno melanjutkan gerilya dukungan suara di Tangerang Selatan, Banten. Dalam kampanye, Rano menjanjikan bantuan modal untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari provinsi Banten kepada warga.
Calon Gubernur Banten petahana itu menjelaskan, masyarakat Banten bisa mengajukan bantuan modal usaha melalui Bank Banten dan Jamkrida (Jaminan Kredit Daerah).
"Tentu semua masalah utama adalah permodalan. Kita Alhamdulillah sudah punya yang namanya Bank Banten, kita sudah punya Jamkrida, artinya dua potensi ini sudah bisa digunakan," kata Rano.
Rano menjelaskan usaha menengah mempunyai potensi untuk kesejahteraan masyarakat Banten. Untuk mengajukan bantuan modal, unit usaha harus memiliki sertifikat resmi usaha atau berbadan hukum.
"Cuma memang UMKM kita ini harus dilembagakan. Artinya, punya bentuk tapi enggak punya wujud. Nah, ini harus berani berbadan hukum agar bisa meningkatkan kesejahteraan," jelas mantan pemeran Si Doel itu.
Selain itu, pasangan dari cawagub Embay Mulya Syarif ini mengaku hingga saat ini Banten masih perlu pembangunan infrastruktur. Terutama menurutnya, pembangunan fasilitas publik untuk kaum berkebutuhan khusus.
"Tentu ada, yang artinya potensi Banten terhadap ini besar. Cuman jujur kita belum terintegrasi. Artinya begini, rumah sakit jiwa kita belum punya. Baru kita bebasin lahan," imbuh dia.
Di akhir pertemuan, Rano meminta seluruh masyarakat Tangerang Selatan memberikan suaranya di tanggal 15 Ferbuari nanti. Dia juga memohon doa untuk maju sebagai kepala daerah di Banten.
"Saya berharap agar seluruh masyarakat provinsi Banten, terutama Tangerang Selatan harus ikut memilih karena inilah momen kita untuk berubah. Kemarin saya bekerja sebagai gubernur baru 1 setengah tahun," pungkasnya. (azf/bag)











































