Wakil Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa mengatakan tertangkapnya Patrialis oleh KPK tak ada kaitannya berafiliasi atau tidak dengan partai politik. Meskipun Patrialis dulunya adalah politikus PAN dan Akil Mochtar dari Golkar.
"Dalam proses apa yang terjadi di MK kalau bicara di DPR itu Akil Moechtar, nah sekarang dari pemerintah. Kan proses seleksinya tetap di DPR. Kalau bicara kelembagaan berarti kita tidak paham organisasi, lembaga kan tidak pernah salah," kata Desmon kepada wartawan, Kamis (26/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jadi persoalan saat ini yang duduk di MK itu sudah selesai dan dia negarawan. Tapi ternyata yang kita harapkan negarawan masih mengais-ngais gitu lho, kan ini persoalan mendasarnya," kata dia.
Desmond mengatakan perlu ada perbaikan terhadap proses perekrutan hakim konstitusi. Dia mengambil contoh di Amerika ada proses 'penetralan' alias pensiun dari aktifitas kepartaian sebelum dicalonkan.
"Salah satunya perbaiki proses perekrutannya. Misal di Amerika mantan tentara harus 7 tahun pensiun dulu, dinetralin gitu. Baru bisa terlibat dalam urusan-urusan. Orang politik kalau mau jadi pejabat negara yang non-pemerintah, yudikatif, harusnya anggota DPR harus pensiun 7 tahun dulu," papar Desmond. (ams/erd)











































