Berbagai piagam penghargaan tersimpan rapi di rumahnya di Dusun Jetis RT 13/RW 13 Desa Caturharjo, Sleman. Beberapa piagam dengan pigura terpasang di sekitar ruang tamu. Sementara yang lainnya tersimpan di almari kamar Asyam.
Makam Asyam terletak persis di belakang rumah yang hanya dibatasi tembok. Tanah yang masih basah dan karangan bunga masih terpasang di atas pusara. Sebuah karangan bunga besar dari SMA Kesatuan Bangsa berdiri di sebelah timur pusara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu dosen almarhum di Fakultas Teknik Industri UII, Nasrullah Setiawan mengungkapkan sosok Asyam yang terlihat pandai saat kuliah. Dia bisa menjadi inspirasi untuk orang lain dan teman-teman di kampus. Prestasi, dedikasi dan kecintaan pada lingkungan alam sangat terlihat terlebih dari penelitian yang dibuat Asyam.
"Dia bisa menginspirasi teman-teman dan almarhum ikut mapala untuk bisa mendukung minatnya di bidang lingkungan alam. Kami merasa kehilangan sosok almarhum yang punya potensi. Kami berharap semua ini bisa cepat selesai," ungkap Setiawan usai melayat di rumah duka dan berdoa di pusara makam Asyam.
(bgs/idh)











































