Pengakuan Pemilik Rumah Tempat Persembunyian 5 Tahanan Bareskrim

Pengakuan Pemilik Rumah Tempat Persembunyian 5 Tahanan Bareskrim

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 26 Jan 2017 18:58 WIB
Pengakuan Pemilik Rumah Tempat Persembunyian 5 Tahanan Bareskrim
Nana, pemilik rumah (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Lima tahanan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri disergap polisi saat bersembunyi di kediaman Nana Suryana, Ketua RT 09 RW 02 Kampung Babakan Sirna, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (25/1/2017) sekitar pukul 23.00 WIB.

Satu pelaku diamankan bernama Ridwan Ramadhan alias Mame, sementara empat lainnya, yakni Azizul, Amirudin, Antony, dan Cai Chang alias Antoni, berhasil melarikan diri.

Menurut pengakuan Nana, para pelaku tiba di rumahnya pada Selasa (24/1) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka datang berjalan kaki dan mengenakan pakaian biasa, bukan baju tahanan. Saat itu, dari lima orang yang datang ke rumahnya, Nana hanya mengenal Antony karena memang menikah dengan warga setempat berinisial DW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu kaget juga karena setahu saya dia ditahan karena kasus narkoba. Saya tanya ke dia, dia malah jawab singkat, 'Lah, gua gitu,'" aku Nana menirukan jawaban Antony saat diwawancarai detikcom di Polsek Kalapanunggal, Sukabumi, sekira pukul 16.45 WIB, Kamis (26/1/2017).

Ridwan alias Mame di sel Mapolsek Kalapanunggal SukabumiRidwan alias Mame di sel Mapolsek Kalapanunggal, Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Dari pernikahan dengan DW, tersangka Antony dikaruniai empat orang anak. Nana menyebut usia pernikahan Antony dengan DW berjalan selama 11 tahun.

"Sudah lebih dari 2 tahun dia tidak datang ke sini, istri dan anaknya kan tinggal di Bogor. Saya juga mengaku salah, tidak langsung lapor polisi, karena takut. Begitu dia cerita kalau dia kabur dari tahanan, saya langsung down," lanjutnya.

Saat itu Nana mengaku pergi dari rumahnya, main bersama temannya ke Palabuhanratu dan menginap disana. "Saya tahu mereka disergap polisi baru pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB. Itu juga dikabari polisi melalui telepon," ujar Nana.

Sementara itu, Ujang Saepudin alias Olot (42), paman ipar Antony, menyebut keponakannya itu sempat lama pulang ke kampung halamannya di Medan. Tidak lama dari Medan, kemudian ke Bogor bekerja pabrik semen di bagian gudang.

"Jadi dia ke kampung ini hanya selewat-selewat saja. Lamanya di Bogor, kalau dia ke mana-mana, keponakan saya DW selalu dibawa. Selain itu, dulu dia bisa ke kampung ke sini dibawa pamannya dari Medan, SW," tuturnya.

Rumah tempat 5 tahanan bersembunyi di SukabumiRumah tempat 5 tahanan bersembunyi di Sukabumi (Syahdan Alamsyah/detikcom)

Olot menduga kedatangan Antony ke kampungnya memang berniat untuk bersembunyi dari kejaran petugas. Lokasi perkampungan memang dikelilingi hutan, persawahan, dan perkebunan warga.

"Ngawiwirang hungkul (meresahkan saja) sekarang jadi repot kita bolak-balik dimintai keterangan polisi," sambungnya.

Selain Nana dan Olot, polisi memeriksa paman kandung Antony berinisial SW dan beberapa saksi lainnya. (try/try)


Berita Terkait