Berbagai prestasi diraih Asyam sejak sekolah di Sekolah Kesatuan Bangsa hingga kuliah di Teknik Industri Universitas Islam Indonesia.
Penelitian berjudul 'Treatment of Oil Spill by Buffing Dust as an Efficient Adsorbent' yang dikerjakan bersama rekan Asyam, yakni Galih Ramadhan. Hasil penelitian itu sempat menang dalam International Environment Suistainability Project Olympiad (INESPO) di Belanda tahun 2014 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri mengatakan ada banyak medali dan piagam penghargaan yang berhasil diraih anaknya. Beberapa piagam penghargaan itu masih disimpan di lemari kamar Asyam. Selain itu, ada sebuah proposal penelitian yang kemudian diketahui berjudul 'Treatment of Oil Spill by Buffing Dust as an Efficient Adsorbent'.
Menurutnya, penelitian itulah yang mampu membawa anaknya terbang ke Belanda dan merebut medali emas internasional di bidang kimia.
Sepeninggal anaknya, dia berharap hasil penelitian itu bisa dikembangkan oleh pemerintah Indonesia agar ia terus bisa mengingat kebaikan Asyam selama hidup.
"Mungkin kalau penelitian itu bisa diteruskan, bisa dikembangkan, alhamdulillah sekali. Anak saya bisa membawa manfaat untuk bangsa," ungkap Sri menahan tangis.
(bgs/rvk)










































