Cerita Ibunda tentang Segudang Prestasi Asyam Peserta Mapala UII

Cerita Ibunda tentang Segudang Prestasi Asyam Peserta Mapala UII

Bagus Kurniawan - detikNews
Kamis, 26 Jan 2017 18:11 WIB
Cerita Ibunda tentang Segudang Prestasi Asyam Peserta Mapala UII
Ibunda Asyam saat bertemu Menristek Dikti (Bagus/detikcom)
Yogyakarta - Ibunda almarhum Syaits Asyam, Ny Sri Handayani, ingin hasil penelitian anak semata wayangnya itu dilanjutkan. Asyam merupakan salah satu mahasiswa UII yang tewas saat diksar mapala UII di Gunung Lawu.

Berbagai prestasi diraih Asyam sejak sekolah di Sekolah Kesatuan Bangsa hingga kuliah di Teknik Industri Universitas Islam Indonesia.

Penelitian berjudul 'Treatment of Oil Spill by Buffing Dust as an Efficient Adsorbent' yang dikerjakan bersama rekan Asyam, yakni Galih Ramadhan. Hasil penelitian itu sempat menang dalam International Environment Suistainability Project Olympiad (INESPO) di Belanda tahun 2014 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin hasil penelitian itu bisa dilanjutkan dan tadi sudah saya sampaikan langsung kepada Pak Menteri dan Pak Menteri juga sanggup meneruskan ke yang lebih berkompeten," ungkap Sri Handayani kepada wartawan setelah bertemu dengan Menristek Dikti Mohammad Nasir di rumahnya, Dusun Jetis RT 13/RW 13 Desa Caturharjo, Sleman.

Sri mengatakan ada banyak medali dan piagam penghargaan yang berhasil diraih anaknya. Beberapa piagam penghargaan itu masih disimpan di lemari kamar Asyam. Selain itu, ada sebuah proposal penelitian yang kemudian diketahui berjudul 'Treatment of Oil Spill by Buffing Dust as an Efficient Adsorbent'.

Menurutnya, penelitian itulah yang mampu membawa anaknya terbang ke Belanda dan merebut medali emas internasional di bidang kimia.

Sepeninggal anaknya, dia berharap hasil penelitian itu bisa dikembangkan oleh pemerintah Indonesia agar ia terus bisa mengingat kebaikan Asyam selama hidup.

"Mungkin kalau penelitian itu bisa diteruskan, bisa dikembangkan, alhamdulillah sekali. Anak saya bisa membawa manfaat untuk bangsa," ungkap Sri menahan tangis.



(bgs/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini