Nasir datang bersama rombongan, di antaranya Rektor UII Dr Harsoyo, yang hari ini mengundurkan diri dari jabatan, ke rumah duka di Dusun Jetis RT 13/RW 13 Desa Caturharjo, Sleman, pukul 16.00 WIB. Nasir ditemui ibunda Asyam, Sri Handayani, bersama kerabatnya.
Setelah mengucapkan salam, Nasir menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo dan ucapan turut berdukacita atas meninggalnya Syaits Asyam.
"Salam dari Bapak Presiden dan kami menyampaikan dukacita, turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Syaits Asyam," ungkapnya.
Nasir memaparkan sudah bertemu dengan Rektor UII, pengurus Badan Wakaf UII, dan Kopertis V Yogyakarta. Pertemuan tersebut di antaranya membahas masalah kasus tiga orang mahasiswa peserta diksar yang meninggal dunia.
"Kasus ini harus diusut tuntas. Kami sudah bertemu dengan rektor membahas masalah tersebut," kata Nasir.
Foto: Bagus Kurniawan/detikom |
Setelah itu, Sri kemudian memperkenalkan semua anggota keluarga yang ada, termasuk nenek Asyam. Dia juga menunjukkan beberapa piagam penghargaan yang diraih Asyam baik di Indonesia maupun di luar negeri. Berbagai piagam penghargaan yang diraih itu oleh Asyam disimpan di lemari kamarnya.
"Banyak prestasi yang berhasil diukir oleh anak saya. Saya ingin hasil penelitian Asyam bisa dilanjutkan," ungkap Sri sambil menahan tangis haru.
Pada akhir silaturahmi selama lebih-kurang 30 menit itu, Nasir kemudian mendoakan almarhum Syaits bersama-sama di hadapan ibundanya.
Foto: Bagus Kurniawan/detikom |
Dia kembali menegaskan keadilan harus ditegakkan.
"Kami berharap kasus ini adalah yang terakhir. Semua yang terjadi sudah tidak bisa diminta kembali. Tapi pemerintah tidak berarti diam saja. Pemerintah melalui kepolisian akan memproses kasus ini sampai tuntas," pungkas Nasir. (bgs/try)












































Foto: Bagus Kurniawan/detikom
Foto: Bagus Kurniawan/detikom