"Saat tiba di puskesmas, korban sudah dalam kondisi meninggal. Ada bagian tubuh yang sudah mulai kaku. Dalam pemeriksaan awal itu, kami menduga korban sudah meninggal sekitar tiga jam sebelumnya," ujar Supardi, Kamis (26/1/2017).
Supardi merupakan dokter yang pertama kali memeriksa kondisi Fadhli sesaat setelah tiba di puskesmas. Karena sudah meninggal, pemeriksaan hanya dilakukan sebatas pemeriksaan luar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya sekitar 30 menit di puskesmas, lalu dikirim ke RSUD Karanganyar. Kami berinisiatif memberikan informasi ke polisi karena ada peserta diksar yang meninggal. Dari puskesmas, jenazah dibawa ke RSUD Karanganyar dengan dikawal polisi," lanjutnya.
Diksar Mapala UII, yang berlangsung pada 13-20 Januari 2017, di Tawangmangu menelan tiga korban jiwa, yaitu Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nur Padmi Listiadi. Kuat dugaan terjadi tindak kekerasan oleh panitia selama berlangsungnya diksar.
Polisi terus mendalami kasus dugaan tindak pidana kekerasan yang menyebabkan tiga mahasiswa UII tersebut tewas. Sebanyak 20 saksi dari pihak peserta diklatsar dan keluarga sudah dimintai keterangan.
"Sejauh ini kita sudah melakukan pemeriksaan pada 20 orang saksi, baik dalam kapasitas mereka sebagai peserta dan keluarga yang mendampingi korban sebelum meninggal," kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada detikcom, Rabu (25/1) malam. (mbr/idh)











































