"Saya apresiasi, tapi urusannya harus selesai. Kalau untuk perguruan tinggi lain, ini akan menjadi contoh kalau ada," ujar Nasir dalam jumpa pers di kantor Kopertis Wilayah V Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta, Kamis (26/1/2017).
Nasir menegaskan pihaknya merespons positif sikap Harsoyo. Namun dia juga menyampaikan kepada Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk memperingatkan seluruh rektor dan wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan agar tidak ada lagi kekerasan, baik secara verbal, psikis, maupun fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama, Harsoyo menyampaikan pengunduran dirinya dari kursi Rektor UII.
"Sebagai tanggung jawab moral, (ini) menjadi tanggung jawab rektor, bukan hanya wakil rektor. Kami sudah menyampaikan, saya mengundurkan diri dari Rektor UII," kata Harsoyo.
Tewasnya tiga mahasiswa, yaitu Syaits Asyam (19), Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nur Padmy Listia Adi (20), menjadi perhatian banyak pihak. Ketiganya meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dan latihan dasar yang dilaksanakan sebagai syarat masuk menjadi anggota mapala.
Menindaklanjuti peristiwa ini, pihak UII membentuk tim investigasi. Polres Karanganyar, Jawa Tengah, juga telah meminta keterangan kepada sejumlah pihak, termasuk para peserta diksar.
Tak hanya itu, UII, yang sebelumnya membekukan kegiatan outdoor mahasiswa, kini telah membekukan Mapala Unisi secara kelembagaan untuk jangka waktu yang belum ditentukan. (sip/dhn)











































