Komisi I DPR Rapat Tertutup dengan Panglima TNI, Menlu, dan Menhan

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 26 Jan 2017 13:52 WIB
Menlu, Menhan, Panglima TNI, Kepala BIN mengikuti rapat di Komisi I DPR. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Komisi I DPR siang ini menggelar rapat kerja dengan sejumlah menteri hingga kepala lembaga. Salah satu bahasan dalam rapat adalah hubungan Indonesia-Australia pascapenghentian kerja sama militer.

Berdasarkan pantauan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (26/1/2017), Menlu Retno LP Marsudi tiba sekitar pukul 12.30 WIB namun enggan berkomentar banyak. Setelah Retno, menyusul Menhan Ryamizard Ryacudu, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merapat sekitar pukul 13.15 WIB.

Menlu rapat di Komisi I DPR / Menlu mengikuti rapat di Komisi I DPR. (Andhika Prasetia/detikcom)


Ryamizard dan Gatot pun enggan berkomentar banyak saat tiba di lokasi. Rapat dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dan bersifat tertutup.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menjelaskan salah satu pokok bahasan dalam rapat adalah hubungan bilateral Indonesia-Australia pascapenghentian kerja sama di bidang militer. "Situasi terkini secara umum, termasuk update RI-Australia," kata Meutya melalui pesan singkat.

Panglima TNI rapat di Komisi I DPR / Panglima TNI mengikuti rapat di Komisi I DPR. (Andhika Prasetia/detikcom)


Selain itu, ada kemungkinan dalam rapat nanti akan dibahas mengenai kasus pasukan Formed Police Unit (FPU) VIII yang tertahan di Sudan karena tuduhan penyelundupan senjata. Mengenai hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPR Asril Tanjung menyatakan aparat TNI dan Polri tidak melakukan tindakan tersebut.

"Kalau memang ada kejadian ini, dan kalau memang kita berdasarkan hasil investigasi, sangat memalukan. Mudah-mudahan saya rasa tidak, karena Kapuspen TNI sudah membantah tidak ada terlibatnya satu pun TNI. Pak Tito juga membantah tidak ada satu pun keterlibatan anggota Polri," ujar Asril sebelum rapat. (dkp/imk)