Berdasarkan pantauan detikcom, massa mulai bergerak sekitar pukul 09.40 WIB. Massa berjalan satu komando dengan tertib. Selama perjalanan, massa menyanyikan lagu Halo-halo Bandung dan sesekali menyuarakan gema takbir.
Massa didominasi pakaian putih-putih. Mobil komando menjadi penuntun massa yang melakukan long march. Sambil berjalan, massa juga membentuk barikade mencegah adanya massa penyusup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom |
Koordinator aksi bela ulama Asep Syaripudin menyatakan permintaan penghentian proses hukum terhadap imam besar FPI itu beralasan. Pasalnya, proses hukum terhadap Habib Rizieq Syihab kental akan muatan politik.
"Kami melihat apa yang dilakukan kepada (Rizieq Syihab) substansi hukumnya tidak ada, tapi lebih kepada muatan politik," kata Asep dalam orasinya.
Menurut Asep, apa yang dilakukan Polda Jabar merupakan sebuah upaya sistematis mengkriminalisasi ulama. Pasalnya, proses hukum terhadap Rizieq Syihab terkesan dipaksakan.
Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) ini menilai Rizieq Syihab sama sekali tidak menghina Pancasila seperti yang dituduhkan Sukmawati Soekarnoputri. Sebab, Rizieq Syihab hanya mengkritik poin-poin Pancasila usulan Soekarno.
"Padahal (Rizieq Syihab) sudah menjelaskan kepada penyidik, tapi tetap saja dicari-cari kesalahannya. Jadi kami lihat ini dipaksakan, ada muatan lain di dalam proses hukum ini," ungkap dia.
"Kami tidak akan terima dan rela ulama dikriminalisasi. Kami akan bergerak dan mendukung. Kalau Rizieq Syihab nanti dipanggil lagi, kami siap mengawal," ia menambahkan.
Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom |
Dengan adanya upaya kriminalisasi ini, kata dia, pihaknya juga meminta Kapolri Jendral Tito Karnavian mencopot Irjen (Pol) Anton Charliyan dari jabatannya sebagai Kapolda Jabar. Pasalnya, Anton dianggap tidak bisa memimpin di Jabar.
Dalam aksi kali ini, massa membawa berbagai atribut yang berisi berbagai aspirasi. Di antaranya 'Copot Kapolda Jabar dan Bubarkan GMBI', 'Kami Siap Ganyang PKI', serta 'Hidup Mulia atau Mati Syahid Demi Bela Islam dan NKRI'.
Sebelumnya, massa juga menggelar salat subuh dan salat duha berjemaah di Masjid Pusdai. Hal itu merupakan rangkaian aksi bela ulama masyarakat Jabar. (err/try)











































Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom
Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom