"Jadi kita ingin memberikan gambaran faktual tentang kondisi di TPS (tempat pemungutan suara) secara komprehensif kepada masyarakat. Terutama juga hari ini yang jadi prioritas adalah bagaimana pengamanan di TPS," kata Ketua KPU Kota Jakut Abdul Muin di Gelanggang Olahraga (GOR) Jakut, Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakut, Kamis (26/1/2017).
Polres Jakut dan KPU menggelar simulasi Pilkada. (Jabbar/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh regulasi akan dipaparkan. Dan 31 potensi masalah yang ada itu disimulasikan, kita paparkan dengan solusinya. Kemungkinan-kemungkinan terjadi itu ada. Baik yang disabilitas, kehilangan C6, pemilih yang menggunakan KTP tidak sesuai, kemudian yang ingin merusak masuk, itulah kasuistik-kasuistik yang coba dipahami baik oleh kami, panwas (panitia pengawas), polisi, dan masyarakat," paparnya.
Potensi-potensi masalah sebanyak itu, menurutnya, adalah hal yang lumrah ditemui. Selain itu, potensi tersebut diperkirakan muncul terkait dengan adanya regulasi yang baru.
"Sebanyak 31 potensi itu lumrah dan baru ditemui. Karena ini kan regulasinya berbeda. Kalau sekarang kan cuma ada 3 komponen pemilih yang dapat memilih. Pertama, harus ada dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap); kedua, pemilih pindahan menggunakan A5. Lalu pemilih yang tidak dalam DPT kemudian dia pakai KTP atau suket (surat keterangan). Komponen ini yang boleh masuk memilih," tuturnya.
Foto: Polres Jakut dan KPU menggelar simulasi Pilkada. (Jabbar/detikcom) |
Di lokasi yang sama, Kapolres Jakut Kombes Awal Chairuddin mengatakan simulasi ini dilakukan untuk melatih kesiagaan ratusan personel yang akan bertugas mengamankan 2.130 TPS yang tersebar di Jakut.
"Kita pastikan personel kepolisian dapat melihat simulasi dengan 31 skenario gangguan keamanan yang dapat terjadi selama proses pemungutan suara pada Pilkada DKI nanti," ujar Awal, Kamis (26/1), di GOR Jakarta Utara.
Dalam kegiatan ini, ada 745 personel gabungan yang mengikuti simulasi. Jumlah ini termasuk anggota TNI dan Satpol PP. Awal mengatakan akan ada alokasi yang berbeda bagi tempat yang aman dan rawan.
"Ada pola pengaman yang sudah kita simpulkan. Ada pola bagaimana mengamankan daerah yang aman dan rawan. Tentunya akan berbeda pola dan jumlah pengamanannya. Kita ingin menjamin acara ini berjalan lancar," tuturnya. (jbr/rvk)












































Polres Jakut dan KPU menggelar simulasi Pilkada. (Jabbar/detikcom)
Foto: Polres Jakut dan KPU menggelar simulasi Pilkada. (Jabbar/detikcom)