Pegawai BPK yang Bongkar Suap Mulyana Harus Diapresiasi

Pegawai BPK yang Bongkar Suap Mulyana Harus Diapresiasi

- detikNews
Rabu, 13 Apr 2005 19:13 WIB
Jakarta - Dalam kasus dugaan suap kepada pegawai BPK, saat ini hanya Mulyana W Kusumah yang terus menjadi perhatian. Seharusnya, pegawai BPK yang melaporkan penyuapan ke KPK, Khairiansyah, harus juga diberi apresiasi. "Indonesia masih langka dengan kejujuran dan keberanian yang dilakukan pegawai BPK itu. Seharusnya, kita memberikan apresiasi kepadanya," kata anggota Komisi III DPR RI Muzammil Yusuf kepada detikcom, Rabu (13/4/2005). Apresiasi terhadap pegawai BPK tersebut, kata Muzammil, juga akan menjadi momentum penting untuk memberikan keberanian moral kepada para pegawai/beberapa pihak untuk membongkar berbagai penyuapan sejenis. "Karena memang keberhasilan pembongkaran kasus korupsi di negara lain sangat erat kaitannya dengan perlindungan dan penghargaan terhadap saksi yang berani untuk jujur dan membongkarnya," kata dia. Di Korea, menurut Muzammil, pihak yang berhasil membongkar kasus korupsi diberi imbalan 10% dari hasil korupsi yang berhasil dikembalikan ke kas negara. Selain itu, juga ada perlindungan keamanan terhadap mereka, termasuk perlindungan dari tekanan oleh atasannya. "Jika atasannya terbukti menekan saksi tersebut, maka pimpinan bisa dipecat daeri jabatannya. Itulah antara lain sebab keberhasilan KPK Korea," jelasnya. Belajar dari hal tersebut, Muzammil mengimbau agar pihak eksekutif, legislatif, dan yudikatif Indonesia harus menjadikan momentum sekarang ini untuk mewacanakan dan merealisasikan apresiasi/penghargaan kongkret terhadap penyelenggara negara yang menunjukkan prestasi dalam kejujuran dan pembongkaran kasus korupsi. Misalnya saja, dengan memberikan promosi jabatan kepada mereka. (asy/)


Berita Terkait