Rembuk Nasional Pendidikan, Jokowi Beri KIP ke Ribuan Anak Asuh

Rembuk Nasional Pendidikan, Jokowi Beri KIP ke Ribuan Anak Asuh

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 26 Jan 2017 10:35 WIB
Rembuk Nasional Pendidikan, Jokowi Beri KIP ke Ribuan Anak Asuh
Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo membuka Rebuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (Rembuknas) 2017. Ribuan siswa diberi Kartu Indonesia Pintar (KIP) oleh Jokowi.

Acara Rembuknas 2017 dibuka Jokowi di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).

Ada 2.844 siswa dari panti asuhan yang mendapat KIP dari Jokowi lewat acara ini. Mereka berasal dari 309 sekolah di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Rinciannya, 909 siswa SD, 992 siswa SMP, 223 siswa SMA, 628 siswa SMK, 2 siswa SLB, dan 90 siswa Kejar Paket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir dalam acara ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Tema yang dibahas dalam Rembuknas selama tiga hari ini adalah peningkatan pemerataan layanan pendidikan; peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing; serta penguatan tata kelola pendidikan dan kebudayaan.

Peserta Rembuknas berasal dari lingkup internal Kementerian Pendidikan, kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia, organisasi guru, UPT kebudayaan, Lembaga Sensor Film, hingga dewan kesenian tingkat provinsi.

Penyerahan KIP dilakukan secara simbolis kepada lima siswa. Jokowi, yang berkemeja batik berwarna cokelat, menyerahkan KIP kepada Siti Saiyah dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tangerang 19, Fahrul Roji dari SDN Tangerang 19, Ali Ridwan Adeputra dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tangerang Selatan, Junah dari SMPN 1 Tangerang Selatan, Siti Sarifah dari Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Islam Asy Syifa, Galeh Prasetyo dari SMAS Islam Asy Syifa, Jujun Gustiawan dari Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Insan Mulia, Maulida Fitri R dari SMKS Insan Mulia, Maryamul Lutfiyah dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Miftahul Jannah, Muhammad Aji Wahyudin dari PKBM Miftahul Jannah, Muhammad Lutfi dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 7 Jakarta, dan Ervista dari SLB Nusantara.

"Pada tahun 2017, sasaran KIP ditargetkan sejumlah 17,9 juta siswa dari keluarga miskin, termasuk peserta didik yatim-piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan," kata Mendikbud Muhadjir. (dnu/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads