Cemas Kebocoran Pipa Gas, Ribuan Rumah akan Digusur
Rabu, 13 Apr 2005 19:09 WIB
Palembang - Cemas dengan bahaya akibat kebocoran pipa gas, Pertamina Daerah Operasi Ulu Sumatra bagian selatan Prabumulih akan melakukan penertiban areal sekitar pipa gas yang melalui Kota Palembang. Namun penertiban itu diyakini akan menggusur ribuan rumah penduduk yang dilewati pipa gas tersebut."Persoalan ganti rugi belum kita bicarakan. Kita baru sepakat membentuk tim," kata Idrus Nawawi, Kepala Bagian Hukum dan Pertanahan Pertamina Daerah Operasi Ulu Sumatra bagian selatan Prabumulih kepada detikcom usai melakukan pertemuan dengan Walikota Palembang di Kantor Walikota Palembang Jalan Merdeka Palembang, Rabu (13/4/2005).Menurut Idrus, luas area di sekitar pipa yang akan diamankan itu yakni 20 meter atau 10 meter untuk kanan-kiri pipa. Namun dia tidak dapat merinci berapa panjang pipa yang membawa gas alam kering bersih ke Pertamina Plaju, PT Pupuk Sriwijaya, dan PT PLN itu.Dia hanya menjelaskan alasan proyek itu, yakni selain menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran pipa yang berbuntut kecelakaan, juga untuk mempermudah melakukan perbaikan."Kita bertemu dengan Walikota baru membuat kesepakatan. Hal-hal yang diminta Walikota Palembang kita akan laporkan ke pimpinan," kata Idrus mengenai hasil pertemuan tertutup itu. Ditambahkan Idrus, pipa gas itu dipasang Pertamina pada tahun 1974. Jadi relatif masih kuat.Walikota Palembang Eddy Santana Putra setuju saja dengan rencana Pertamina itu. "Kita akan membentuk tim. Tetapi sejauh biaya ditanggung Pertamina, saya setuju," katanya.Soal ganti rugi? "Ya, kita akan bicarakan di dalam tim. Namun jika lahan yang dilalui pipa merupakan tanah milik negara, sebaiknya warga pindah sendiri, nggak perlu digusur," tukas Eddy.Berdasarkan pengamatan, seandainya pengamanan pipa gas itu berjalan, sangatlah mungkin ribuan rumah warga dibongkar. Sebab hampir sepanjang jalan pipa, begitu banyak rumah atau toko yang berdiri yang jaraknya tak lebih tiga atau lima meter dari pipa. Misalnya di sepanjang Jalan Demang Lebar Daun, Jalan Basuki Rachmad, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan RE Martadinata.Sebagai informasi, berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Selatan tahun 2004-2005, telah terjadi kebocoran pipa Pertamina di Sumsel. Namun sebagian besar adalah pipa yang menyalurkan minyak mentah.Memang seharusnya pipa minyak dan gas di Sumatra Selatan sudah harus diremajakan, sebab sebagian pipa merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda.
(sss/)











































