HUT Ke-67 Imigrasi, Menkum HAM: Time to Change

HUT Ke-67 Imigrasi, Menkum HAM: Time to Change

Galang Aji Putro - detikNews
Kamis, 26 Jan 2017 10:01 WIB
HUT Ke-67 Imigrasi, Menkum HAM: Time to Change
HUT ke-67 Ditjen Imigrasi (Galang/detikcom)
Jakarta - Ditjen Imigrasi merayakan hari jadi ke-67. Menkum HAM Yasonna Hamonangan Laoly menginginkan adanya perubahan positif dalam tubuh Ditjen Imigrasi. Salah satunya menghilangkan budaya pungli di direktorat tersebut.

"Saya ingin ada perubahan positif seturut perkembangan zaman, yang inovatif, akuntabel, profesional, dan sinergis, serta transparan secara pasti," ujar Yasonna dalam sambutan HUT ke-67 Imigrasi di lapangan upacara Kementerian Hukum dan HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1/2017).

Pada hari jadi yang ke-67 ini, Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM mengusung tema 'Imigrasi e-Gov Pasti Nyata'. Yasonna pun menginginkan kinerja jajaran Ditjen Imigrasi jauh dari kesan egois untuk memberikan pelayanan bagi publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan ada ego sektoral. Jika ada permasalahan, harus didiskusikan, komunikasikan, dan koordinasikan," imbuhnya.

Selain itu, dia mengingatkan jajarannya untuk tidak melakukan pungutan liar. Sebagai instansi yang mendukung kinerja pemerintah, Yasonna ingin Ditjen Imigrasi ikut serta menyukseskan program saber pungli. Dia pun berpesan agar tidak ada jajaran di lingkungan Kemenkum HAM yang terjerat kasus narkoba.

"Jangan terjadi pada kita lagi. Berkali-kali sudah saya sampaikan, karena ini penyakit bangsa yang jadi persoalan. Saya akan tindak tegas sesuai aturan berlaku," tegasnya.

"Institusi kita sudah banyak permasalahan. Jangan ditambahi dengan narkoba dan pungli. Kita tidak mau seperti keledai yang jatuh di lubang yang sama. It's time to change," Yasonna melanjutkan.

HUT ke-67 Imigrasi, Menkum HAM: Time to ChangeHUT ke-67 Ditjen Imigrasi (Galang/detikcom)


Dalam acara ini, Yasonna juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pejabat daerah serta sejumlah pencapaian di bidang keimigrasian. Penghargaan itu diberikan kepada Wali Kota Tebing Tinggi, Bupati Ketapang, Bupati Gresik, Bupati Banyuwangi, Bupati Lombok Timur, dan Bupati Kutai Timur.

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya dalam peningkatan pelayanan keimigrasian di wilayah masing-masing," tuturnya. (rvk/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads