"Saya kira mereka profesional," kata Ahok kepada detikcom, Rabu (25/1/2017).
Melihat latar belakang profesi serta pendidikan dari kedua moderator, Ahok menilai baik Tina Talisa dan Eko Prasojo menguasai bidangnya masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tina Talisa terkenal memiliki pengalaman sebagai presenter. Wanita yang pernah bekerja sebagai dokter gigi itu, sempat menjadi presenter di beberapa tv swasta yakni Trans TV, tvOne dan Indosiar.
Finalis Putri Indonesia 2003 itu juga pernah menjadi MC dalam debat perdana capres dan cawapres pada 2014 lalu. Tina membuka acara debat, yang diikuti pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Sementara Eko Prasojo akan menjadi moderator ahli dalam debat kedua Pilgub pada Jumat besok. Eko merupakan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada 2012 hingga akhir kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini, Eko adalah dekan di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI).
Tema besar dalam debat kedua adalah 'Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik serta Penataan Kawasan Perkotaan'. Debat ini akan berlangsung pada Jumat (27/1). Tempat penyelenggaraan debat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Ada tiga tahapan debat dalam Pilgub DKI 2017. Debat terakhir akan berlangsung pada 10 Februari 2017, sebelum memasuki masa tenang.
Persiapan Jelang Debat Kedua, Djarot: Kita Mengalir Saja
Debat KPUD DKI Jakarta kedua akan segera dilakukan pada 27 Januari mendatang. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mempunyai persiapan khusus menghadapi debat tersebut.
"Nggak ada strategi khusus. Kita jalan saja ngalir saja," ujar Djarot di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).
Saat ditanya mengenai teknis debat yang sedikit berubah, Djarot tidak merasa berkeberatan.
"Ya nggak apa-apa," jawabnya singkat.
Sebelumnya diberitakan, KPUD DKI Jakarta membeberkan alasan penambahan moderator dan durasi dalam acara Debat Publik Kedua Pilgub DKI 2017. Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno mengatakan penambahan moderator adalah untuk mempertajam visi misi para pasangan calon.
"Kenapa dua moderator? Karena debat yang kedua ini akan dilakukan penajaman visi dan misi, karena pada debat pertama ada evaluasi para calon kurang mendapat kesempatan mempertajam visi misi yang mereka sampaikan," ujar Sumarno di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Rabu (25/1).
Sementara ditambahnya durasi bertujuan untuk memperbanyak sesi interaksi antar masing-masing paslon seperti debat, tanya jawab dan dialog. Jadwal acara pun akan dimajukan dari pukul 20.00 menjadi 19.30 WIB, mengingat adanya penambahan durasi.
"Ada penambahan waktu dari tadinya 90 menit, jadi 120 menit. Nanti akan diperbanyak sesi tanya jawab, debat dan dialog," kata Sumarno.
Debat tersebut tetap menggunakan jumlah panelis dan jumlah sesi acara yang sama seperti debat pertama.
(nkn/jor)











































