Gunung Tangkuban Perahu Keluarkan Asap dan Gas
Rabu, 13 Apr 2005 17:36 WIB
Bandung - Aktivitas Gunung Tangkuban Perahu di Lembang, Bandung mulai tampak meningkat tajam sejak pukul 07.48 WIB. Aktivitas dimulai dengan keluarnya asap putih yang membumbung tinggi dengan ketebalan sekitar 3 meter.Setelah itu, pada pukul 11.00 WIB, muncul gas dengan bau sangat menyengat. Dan pada pukul 13.00 WIB, petugas posko resmi menyatakan kawasan tersebut tertutup.Demikian disampaikan Kasubdit Pengamatan Gunung Api wilayah timur Syamsurizal di Pos Pengamatan Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Rabu (13/4/2005).Meski keluar asap dan gas, Syamsurizal belum bisa memastikan dari kawah mana pusat gempa dan keluarnya gas. "Sampai saat ini kita sedang mencari tahu apakah kawah-kawah itu masih bernafas atau tidak," katanya. Hanya, data sementara yang diterima pihak pos pengamatan, sumber magnitudenya dalam. Di vulkanik A, kedalaman gempa diperkirakan mencapai 10 Km, sementara vulkanik B sekitar 1 Km. "Rencana dalam jangka pendek kami akan melakukan pengukuran deformasi atau pengukuran rekahan di dinding lereng bawah, untuk mengetahui aktivitas gunung ini," tambah Syamsurizal.Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Tangkuban Perahu dinyatakan siaga setelah terjadi 100 kali gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam. "Goncangannya hingga 2 skala richter itu tidak terasa sekali. Ini jangan dikaitkan dengan gempa bumi di Sumatera," kata Kepala Subdit Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono di Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Jalan Diponegoro, Bandung.Menurut dia, yang perlu diwaspadai adalah gas beracun yang keluar dari kawah Gunung Tangkuban Perahu, antara lain karbonmonoksida, belerang, dan sulfur. Beberapa kawah yang ada di gunung itu yakni kawah Ratu dan kawah Domas.
(jon/)











































