"Istikharah, lihat wajah saya dan Mas Agus. Ya Allah, apakah benar ini pemimpin yang pas. Minta sama Allah betul-betul yang terbaik untuk Jakarta dan masyarakatnya," ucap Sylvi di Kelurahan Tugu, Koja, Jakarta Utara, Rabu (25/1/2017).
Sylvi juga meminta warga yang mempunyai hak pilih untuk benar-benar cerdas dalam menentukan pilihannya. Dia berkata tak pernah memaksa seseorang untuk mencoblos nomor 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir, Sylvi berbicara soal gaya kepemimpinan dan kekuasaan. Dia tak ingin lagi kekuasaan itu dilandaskan dengan marah-marah ataupun menzalimi masyarakat.
"Bukan kekuasaan yang marah-marah, menuduh korupsi, menzolimi," katanya.
(gbr/jor)











































