"RS JIH telah membentuk tim medis untuk melakukan pemeriksaan secara komprehensif dan maksimal yang melibatkan beberapa disiplin ilmu pengetahuan," ujar Direktur Utama RS JIH dr Mulyo Hartana, SpPD, dalam keterangan tertulis, Rabu (25/1/2017).
Sejumlah dokter spesialis yang tergabung di antaranya dokter spesialis dalam, bedah, kulit, ortopedi, mata, dan saraf, serta dibantu oleh beberapa spesialis penunjang klinik, seperti radiologi, patologi klinik, dan dilengkapi dengan psikologi klinis.
Tim ini, kata Mulyo, setiap hari akan menentukan tindak lanjut perawatannya. "Harapan kita, pemulihan akan berlangsung cepat dalam seminggu ini," imbuhnya.
"Kesepuluh mahasiswa dipantau asupan nutrisi karena sudah mulai mau minum dan makan, meskipun beberapa masih dalam kondisi diinfus," ujarnya.
Mulyo melanjutkan, ada beberapa pasiennya yang memiliki keluhan infeksi sekunder pada luka lecet di tangan dan kaki, bengkak lutut, dan pandangan mata masih kabur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga yang mengeluhkan pandangan kabur telah langsung dikonsultasikan ke dokter spesialis mata, dislokasi tulang lutut atau bahu secara komprehensif dikonsultasikan dan diperiksa oleh dokter spesialis bedah ortopedi," urainya. (sip/rvk)











































