"Lowongan pekerjaan pasukan oranye ini meningkat karena insentif yang diberikan menarik, sebesar Rp 3,3 juta. Nah, sekarang kalau gaji di tempat lain belum tentu UMR, dan UMP bisa juga cuma Rp 2 juta, pembantu paling Rp 2 juta, kemudian tukang ya Rp 1,5 juta. Ini (gaji) gede, jadi pasti orang tertarik," kata Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).
Yang menjadi esensi populernya pasukan oranye, dikatakan Sumarsono, bukanlah karena oranyenya, melainkan lantaran lowongan kerja yang dibuka luas. Dia mengaku gaji pasukan oranye menjadi daya tarik bagi peminat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda menyaksikan video dari 20detik
Namun sayang, jumlah anggaran yang disediakan Pemprov DKI tidak meng-cover seluruh peminat. Ini menjadi alasan mengapa ada seleksi untuk menjadi pasukan oranye.
Seleksi ini akan dilakukan secara adil, transparan, dan profesional agar peminat yang benar-benar berpotensi bisa direkrut dan peminat yang tidak diterima tidak protes.
"Kalau mereka memang bagus tapi tidak direkrut, tidak lulus, baru mereka protes. Ini sebenarnya masalah. Tapi, kalau mereka tidak merasa mampu kemudian tidak lulus, ya tidak ada protes," tutupnya. (nth/rvk)










































