Angin Ribut Sapu Klaten, Belasan Rumah dan Pohon Roboh

Angin Ribut Sapu Klaten, Belasan Rumah dan Pohon Roboh

- detikNews
Rabu, 13 Apr 2005 16:35 WIB
Klaten - Musibah datang lagi. Belasan rumah rusak dan ratusan pohon tumbang disapu angin ribut di Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi Selasa (12/4/2005) malam itu menimpa empat desa di Kecamatan Jatinom. Beberapa tiang listrik di wilayah Jatinom juga putus akibat tertimpa pepohonan yang roboh.Sampai hari ini, Rabu (13/4/2005) petugas PLN masih melakukan perbaikan dengan menyambung kabel yang putus dan mengganti tiang listrik yang roboh terutama di Desa Gedaren di jalan raya Jatinom. Sementara itu beberapa kabel listrik yang putus di beberapa desa yang dilanda angin lesus hingga sore ini belum diperbaiki dan listrik masih padam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Berdasarkan pantauan detikcom, empat desa yang terkena angin ribut adalah Desa Mrangge, Beteng, Randulanang dan Kwaon. Belasan rumah yang roboh itu hampir 90 persen diakibatkan tertimpa pohon-pohon yang tumbang.Desa yang paling parah mengalami kerusakan adalah Desa Randulanang dan Desa Beteng. Sedangkan di Desa Mranggen Kwaon tidak ditemukan rumah yang rusak, tetapi banyak pohon-pohon besar bertumbangan. Sejak pagi hingga sore hari ratusan penduduk bergotong royong membersihkan pohon yang tumbang di pinggir jalan maupun di tegalan miliknya.Salah seorang saksi, Sumardjo (67), warga Randulanang kepada detikcom menuturkan sejak menjelang magrib hujan deras mulai turun di sekitar wilayah Jatinom dan Karangnongko. Tidak berapa lama sekitar pukul 19.00 WIB tiba-tiba datang angin kencang bersamaan hujan turun. "Saat itu saya baru saja pulang dari masjid, tetapi belum sampai rumah. Saya melihat teras depan rumah Pak Giyono sudah tertimpa pohon kelapa," kata dia. Menurut dia, angin kencang yang datang dari arah barat laut dengan suara gemuruh itu langsung menyapu ke arah timur menuju Desa Randulanang, Beteng dan Mranggen. Bersamaan dengan padamnya aliran listrik, banyak warga yang panik berlarian keluar rumah menyelamatkan diri meski hujan deras. Pohon-pohon besar di tegalan dan pekarangan seperti pohon Sukun, Mahoni, Sengon, kelapa, melinjo dan bambu bertumbangan.Ketika sampai di rumah, dia sudah mendapati isteri, anak dan beserta cucunya sudah berkumpul di ruang tengah hanya dengan penerangan lampu minyak. Sementara itu dua buah pohon melinjo di depan rumah juga tumbang kesamping hanya mengenai pagar tembok.Setelah hujan dan angin kencang reda sekitar pukul 20.00 WIB, dia bersama tetangga sekitar memberanikan diri keluar rumah untuk mengecek kerusakan yang diakibatkan angin lesus tersebut. "Banyak pohon sengon saya berumur sekitar 10 tahun yang ada di tegalan yang ambruk dan rumah bambu milik Pak Sudar juga roboh tertimpa pohon Wuni," kata dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads