"Mohon maaf, pimpinan (UII) tidak bisa mengikuti kegiatan di sini (RS Jogja International Hospital) karena sedang menemui utusan dari Kemenristek Dikti," ujar anggota Tim Crisis Center UII, Muzayin Nazaruddin, di RS JIH, Ring Road Utara, Sleman, Yogyakarta, Rabu (25/1/2017).
Muzayin menegaskan pertemuan tersebut membahas kasus kematian 3 mahasiswa, yaitu Muhammad Fadli (19) dari jurusan Teknik Elektro angkatan 2015, Syaits Asyam (19) dari Teknik Industri, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi (20) dari Fakultas Hukum angkatan 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzayin mengatakan tim internal UII telah memberikan data yang dibutuhkan polisi, termasuk kepada Ombudsman.
"UII mengklarifikasi bahwa kegiatan TGC ini bukan merupakan perploncoan mahasiswa baru. TGC adalah bagian dari proses rekrutmen untuk mahasiswa yang ingin menjadi anggota Mapala Unisi, yang sifat keanggotaannya sukarela," terangnya.
(sip/fdn)











































