Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa Dosa

Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa Dosa

Mukhlis Dinillah - detikNews
Rabu, 25 Jan 2017 14:58 WIB
Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa Dosa
Kampung Pojok, Padalarang (mukhlis/detikcom)
Bandung - Setelah menghuni penjara 9 bulan tanpa dosa, si miskin Tajudin (42) akhirnya bisa menghirup udara kebebasan. Tajudin kini bisa berbahagia berkumpul bersama istri dan tiga buah hatinya yang sudah rindu menantinya.

Tajudin bersama keluarga tinggal di rumah sederhana yang terletak di Kampung Pojok RT 04 RW 10, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kehidupan masyarakat sekitar rumah Tajudin sangat sederhana.
Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa Dosa

Jarak tempuh menuju kediaman 'Mamang Cobek', sapaan Tajudin, 10 kilometer dari pusat Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Untuk sampai di Kampung Pojok, harus melintasi bukit dan perkampungan sekitar.

Akses di Kampung Pojok hanya jalan setapak. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas. Namun akses jalan sudah mendapat sentuhan semen, sehingga motor bisa melaju dengan baik tanpa khawatir licin karena hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kampung Pojok berada di ujung wilayah Kabupaten Bandung Barat. Hampir 70 persen rumah-rumah di Kampung Pojok masih bermodel panggung. Mengingat, perekonomian masyarakat sekitar berada di menengah ke bawah.
Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa Dosa

Rumah panggung warga sangat sederhana. Sama sekali tidak ada sentuhan semen di bangunan rumah Tajudin. Semuanya terbuat dari papan yang dicat berwarna putih-merah. Tidak ada teras untuk bersantai, hanya sedikit ruang untuk duduk di depan rumah.

Suasana perkampungan begitu khas. Ibu-ibu tampak bercengkerama di depan rumah. Ayam-ayam berkeliaran di sekitar rumah. Para pria sedang bepergian bekerja mengambil batu untuk membuat cobek, sedangkan para wanita menjadi ibu rumah tangga.
Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa DosaFoto: mukhlis

Meski begitu, perkebunan dan peternakan kecil-kecilan masih terlihat di beberapa rumah warga. Setidaknya hasil garapan perkebunan dan peternakan itu bisa memenuhi kebutuhan pokok keluarga masing-masing.

Kampung Pojok dikelilingi perbukitan. Alhasil, jaringan provider tertentu akan sulit terjangkau. Karena itu, masyarakat di Kampung Pojok kurang melek teknologi. Jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Kampung Pojok terdiri dari 1 RW dan 5 RT. Penduduk di Kampung Pojok paling banyak di antara kampung lainnya yang berada di Desa Jayamekar. Mereka hidup harmonis dengan kesederhanaan dan mata pencarian yang sama.
Melihat Desa Si Penjual Cobek yang Dibui 9 Bulan Tanpa Dosa

"Sebagian besar penduduk di sini warga asli. Jadi memang sudah hidup bersama-sama sejak lama," ungkap Tajudin kepada detikcom, Rabu (25/1/2017).

Keharmonisan masyarakat di Kampung Pojok itu membuat Tajudin tenang ketika bebas dari penjara. Sebab, ia yakin warga sekitar menganggapnya tidak bersalah. Terlebih mereka sudah mengenal satu sama lain sejak dulu.

"Alhamdulillah warga di sini menerima saya dengan baik. Malah mereka membela saya dan yakin saya tidak bersalah," kata ayah tiga anak ini. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads