detikNews
Rabu 25 Januari 2017, 13:05 WIB

Grasi Antasari Dikabulkan

Kuasa Hukum: Presiden Akui Antasari Azhar Tidak Bersalah

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kuasa Hukum: Presiden Akui Antasari Azhar Tidak Bersalah Antasari Azhar (andi/detikcom)
Jakarta - Kuasa hukum Antasari Azhar, Boyamin Saiman, menyatakan, dengan diterimanya permohonan grasi, status kliennya sebagai narapidana telah hilang. Secara tidak langsung, Presiden Joko Widodo mengakui Antasari tidak bersalah.

"Atas disetujui grasi ini, klaim Pak Antasari tidak bersalah diakui Presiden" ujar Boyamin di PN Jaksel, Jalan Ampera, Jaksel, Rabu (25/1/2017).

Boyamin mengatakan, sejak awal grasi ini diajukan, Antasari sudah menyatakan tidak bersalah. Sebab, dalam kasus ini tercium indikasi rekayasa.

"Dalam arti politis, ini adalah rehabilitasi Pak Antasari Azhar. Kenapa saya penting mengajukan grasi, karena sejak awal ajukan grasi saya menyatakan tidak bersalah karena ada rekayasa," ujar Boy.

Boyamin menceritakan adanya rekayasa pernah dibicarakan dalam rapat yang dipimpin Menko Polhukam. Oleh karena itu, grasi yang diajukan bukan meminta ampun, melainkan menyatakan tidak bersalah.

"Pernah dinyatakan waktu rapat dipimpin Menko Polhukam, saya memang tidak pernah ngaku bersalah, kalau suruh ngaku bersalah, saya cabut grasi ini. Nah kemudian berproses sampai Presiden, nyatanya dikabulkan. Artinya, klaim Pak Antasari tidak bersalah diakui oleh Presiden," ujar Boy.

"Sekarang mantan napi. Ini kalau ingin bebas harus mengajukan PK lagi, yang sudah disetujui MK untuk bebas murni hukum. Tapi secara politis ada, perdata bebas murni pengertian saya cukup," tukasnya.

Saksikan video dari 20detik lainnya di sini:


Antasari dituduh terlibat pembunuhan Nasrudin Zulkarnain pada 2009 dengan motif cinta segitiga Antasari-Nasrudin-Rani. Antasari dinilai menjadi otak pembunuhan berencana dengan meminta bantuan Sigit Haryo Wibisono.

Antasari dinilai bersalah di semua tingkatan hukum. Dari 3 hakim tingkat pertama, 3 hakim tingkat banding, dan 8 hakim agung, hanya satu hakim agung yang memutuskan Antasari Azhar bebas murni dan tidak terlibat kasus pembunuhan tersebut.

Hakim agung itu adalah Prof Dr Surya Jaya, yang menyatakan bahwa benar Antasari pernah curhat soal kasusnya dengan Sigit Haryo. Tetapi tidak ada satu pun kata dan kalimat yang menyuruh Sigit Haryo menghabisi nyawa Nasrudin.

Setelah itu, Antasari harus hidup di balik terali besi. Karena ia berperilaku baik, mantan Ketua KPK itu kemudian mendapatkan bebas bersyarat, tepat pada Hari Pahlawan 2016.

"Saya menjalani hukuman karena menjalankan perintah pengadilan, bukan karena melakukan perbuatan yang didakwakan," ujar Antasari saat dibebaskan bersyarat pada 10 November 2016.
(edo/asp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com