detikNews
Rabu 25 Januari 2017, 11:24 WIB

Dituduh Selundupkan Senjata di Sudan, Kapolri: Bukan Milik Kita

Bartanius Dony A - detikNews
Dituduh Selundupkan Senjata di Sudan, Kapolri: Bukan Milik Kita Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi soal pasukan Formed Police Unit (FPU) VIII yang tertahan di Bandara Al-Fashir, Sudan, karena dituduh menyelundupkan senjata. Tito mempertanyakan tuduhan penyelundupan tersebut.

"Amunisi untuk apa diselundupkan? Di Indonesia cukup amunisi. Kita punya Pindad, perusahaan sendiri," kata Tito di PTIK, Jalan Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

Tito menjelaskan koper milik FPU VIII berjumlah 141 buah dan sudah diperiksa sejak 19 Januari lalu. Lalu, pada saat di bandara, terdapat koper lain yang sudah ada sebelum pasukan FPU VIII dari Indonesia datang.

"Kontainernya dihitung 141, tetap sama. Lalu masuk X-ray. Koper itu masuk ada identitasnya. Sepuluh meter dari koper itu ada tumpukan jenis berbeda. Itu bukan milik kita," ujarnya.

Untuk memulangkan pasukan RI itu, Polri mengirim personel ke Sudan untuk memberi bantuan hukum. "Malam ini tim bantuan berangkat ke sana berikan bantuan hukum. Termasuk kepada otoritas PBB dan otoritas Sudan," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, mengutip sumber pemerintahan di North Darfur, Sudanese Media Centre, penangkapan itu terkait dengan upaya penyelundupan senjata dan amunisi serta sejumlah mineral berharga.

Disebutkan senjata dan amunisi yang diselundupkan termasuk 29 pucuk senapan Kalashnikov, 4 senjata api, 6 senjata tipe GM3, dan 61 pistol berbagai jenis, serta sejumlah besar amunisi. UNAMID dilaporkan masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan insiden itu.
(idh/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com