Rapim ini digelar di auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017). Tema Rapim kali ini adalah 'Polri yang Promoter Siap Mengamankan Pilkada 2017'.
Dalam sambutannya, Tito menyebut Pilkada serentak tahun ini menjadi atensi khusus. Sesuai dengan perintah Presiden, Polri diminta menjaga situasi pasca-Pilkada agar kembali normal. Tito menuturkan ada tiga wilayah yang menjadi prioritas pengamanan saat Pilkada nanti, yaitu Aceh, Jakarta, dan Papua Barat.
"Dua minggu lagi (15 Februari) akan dilaksanakan Pilkada Serentak 2017 di 101 daerah. Kita sudah lihat polarisasi di masyarakat di mana dapat menimbulkan ekses. Kalau tidak ditangani dengan baik, maka tentunya akan berdampak," jelas Tito.
Tantangan selanjutnya, menurut Tito, adalah soal toleransi umat beragama. Dia menyebut demonstrasi besar pada akhir 2016, yakni aksi 411 dan 212, yang bisa menimbulkan tergerusnya toleransi antarumat beragama.
"Peristiwa penting 411 dan 212, walau ditangani dengan baik, tapi menimbulkan indikator yang harus diwaspadai bersama di mana masa hadir sangat besar, naiknya kelompok transnasional, menggerus mainstream di negara kita. Ini menggerus intoleransi dan kebhinnekaan, dan berbahaya bagi NKRI," tuturnya.
Selain tantangan dari dalam negeri, Tito menyebutkan adanya tantangan dari luar negeri, yaitu Donald Trump effect. Kebijakan Donald Trump yang mengutamakan kepentingan rakyat Amerika dengan jargonnya, 'America First', akan mempengaruhi peta politik dunia secara signifikan.
"Dampak konflik Timur Tengah dan sekaligus juga Donald Trump effect, karena kebijakannya akan mempengaruhi peta politik dunia," pungkas Tito. (rvk/fdn)











































