Rapim Polri 2016 dilaksanakan di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017). Rapim yang dilaksanakan hingga 27 Januari 2017 ini bertema 'Polri yang Promoter Siap Mengamankan Pilkada Serentak tahun 2017'.
"Kita berusaha untuk menyamakan langkah visi kita. Tahun 2017 inilah yang banyak tantangan, penuh dinamika. Di antaranya adalah pilkada di 101 titik. Tentu ada pro dan kontra hasil pilkada," kata Tito dalam pembukaan pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Survei di akhir tahun 2016, kepercayaan publik naik hingga 71,1%. Kita bertahan di nomor empat saja sudah bagus," ujar Kapolri.
Untuk lebih meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, Tito mengimbau anggotanya memperbaiki kultur yang ada. Terutama untuk mengurangi tindakan korupsi, arogansi, dan cara kekerasan.
"Mengurangi dan menekan budaya korupsi, menekan kekerasan, mengurangi dan menekan arogansi," imbuh Tito.
Acara yang digelar rutin setiap tahun ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polri, pejabat Polda, serta pejabat negara, hingga Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadir pula Mendagri Tjahjo Kumolo, Menko Polhukam Wiranto, dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Presiden Jokowi juga akan hadir pada acara ini.
"Mudah-mudahan di akhirnya kita memiliki persepsi yang sama tentang apa yang akan kita lakukan di 2017," tutup Tito. (rna/bag)











































