Fahmi Cerita Soal Penahanan Sampai Dijamin Ustaz Arifin Ilham

Akhmad Mustaqim - detikNews
Selasa, 24 Jan 2017 23:07 WIB
Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Permohonan penangguhan penahanan Nurul Fahmi (28) yang sempat ditahan karena bendera bertulis huruf Arab dikabulkan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan. Sesampai di rumah, Nurul Fahmi berkisah tentang pengalamannya di tahanan dan pesan khusus ustaz Arifin Ilham saat menjemputnya.

"Istirahat, terusin apalannya. Diundang khusus nanti tanggal 5 Februari ada acara suruh datang," kata Fahmi mengungkap pesan ustaz Arifin Ilham yang menjamin penangguhan penahanannya, saat berbincang dengan wartawan di rumahnya di Klender, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).



Kepada wartawan, Fahmi berkisah tentang pengalamannya saat ditangkap, ditahan, hingga ditangguhkan penahanannya. Simak wawancara wartawan detikcom dengan Nurul Fahmi selengkapnya:

Bisa diceritakan bagaimana saat ditangkap karena bendera bertulis huruf Arab?

Lagi di rumah kakak di Cilandak, saya habis naruh lamaran pulang ke sana karena sudah macet capek. Istirahat maghrib isya. Niatnya mau pulang kemarin, malah ketiduran. Malamnya Jumat pukul 01.00 WIB lewat mereka datang.

Mereka datang tiba-tiba tapi ane sudah tahu dari Rabu ane sudah tahu pasti akan disamperin. Bendera itu sudah nggak di ane pas mau pulang. Kalau foto mungkin pas berangkat kayak yang foto motor ane itu pas lagi mau berangkat perjalanan. Ane sudah nggak megang, selama di depan Mabes itu dipinjem sama bambu-bambunya. Pas adzan Dzuhur, ustaz Bachtiar ngasih tausiyah ada yang minjem ane nggak megang lagi sampai pulang. Kalau foto mungkin pas berangkat kayak yang foto motor ane itu pas lagi mau berangkat perjalanan.

Bagaimana pengalaman saat berada di tahanan?

Ada 5 orang dengan profesi beda-beda hehehe. Biasa saja masuk nggak takut-takut di dalam perlakuan juga baik-baik.

Alhamdulillah kooperatif baik penanganan baik. Bahkan saat penangkapan ane nggak dicolek ditarik nggak. Diborgol juga nggak, dipegangin juga nggak. Mondar-mandir biasa aja dari awal. Alhamdulillah dari awal penyidik juga kooperatif ya mungkin lihat ane juga nggak niat apa-apa. Awal buka pintu sampai masuk mobil biasa saja, bahkan sampai kemarin ke percetakan Senen ane nggak pakai diborgol, nggak diiket, biasa aja karena memang dari awal kita sama-sama kooperatif. Kita baik mereka baik karena kejadiannya nggak sengaja spontan. Ane akuin semuanya itu mereka pun sangat baik.

Apakah pengalaman ini dijadikan pertimbangan aksi ke depan?

Kalau buat berjuang nggak ada kapoknya. Cuma kan ada rambunya, mungkin kemarin ada rambu yang kita nggak tahu. Kalau berjuang selama itu baik kita perjuangin. Apalagi ini sesuatu yang sensitif kan masalah bendera itu nasionalisme dengan sebuah kalimat Tauhid. Kepercayaan umat Islam yang mungkin bisa disikapi lebih bijak lagi. Masalah berjuangnya terus.

Setelah penangguhan penahanan, ada apresiasi untuk sejumlah pihak?

Para Kyai, buat yang support dari awal KH Nawir, Kyai Arifin Ilham, para LBH lawyer yang di dalamnya dan semua yang kemarin sudah ikut serta dalam proses ini sampai akhirnya saya bisa ditangguhkan begini ya terimakasih tak terhingga. Biar Tuhan yang membalas dukungan support dari semua saudara, tetangga, teman dukung. Terutama doanya biar Allah yang balas amiiin. Ini berkah Alquran.

Ada pesan khusus dari ustaz Arifin Ilham?

Istirahat, terusin apalannya. Diundang khusus nanti tanggal 5 Februari ada acara suruh datang.

Sebelumnya pernah ketemu ustaz Arifin Ilham?

Pernah tapi kalau ngobrol belum. Makanya ane bilang ini karena pertolongan Tuhan berkah Alquran.

(van/erd)