Soal Lawatan Pejabatnya ke Israel, MUI Bentuk Tim Tabayun

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 24 Jan 2017 21:15 WIB
Pejabat MUI yang ke Israel (Foto: GPO/Mark Neiman)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk tim tabayun untuk menentukan sanksi dari Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Istibsyaroh yang bertemu Presiden Israel Reuven Rivlin di Tel Aviv. Hal tersebut merupakan hasil dari rapat pimpinan MUI tadi siang.

"Hasilnya akan di-tabayun dulu. Nanti akan ditentukan sanksinya apa, tergantung kesalahannya seberapa besar, baru nanti akan ditetapkan sanksi," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin saat dihubungi detikcom, Selasa (24/1/2017).

Ma'ruf mengatakan yang menjadi ketua dari tim tersebut yakni Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid. "Waketum Pak Zainut," ujar Ma'ruf saat ditanyakan koordinator tim tabayun.

Ketua MUI Ma'ruf AminKetua MUI Ma'ruf Amin Foto: Rengga Sancaya

Namun, Ma'ruf mengatakan belum mengetahui tanggal pasti pemanggilan Istibsyaroh untuk dimintai keterangan. Seperti diketahui, saat ini Istibsyaroh tengah beribadah umrah di tanah suci.

"Belum tahu (tanggal pemanggilan Istibsyaroh)," ujar Ma'ruf.

Sebelumnya, MUI menggelar rapat pimpinan untuk membahas sanksi bagi Istibsyaroh. Waketum MUI Zainut Tauhid menyatakan akan ada proses klarifikasi terlebih dahulu.

"Pasti kami ingin mendengarkan dahulu, proses tabayun yang dilakukan. Karena kami bentuk tim untuk klarifikasi ke beliau sehingga kami mendengarkan hasil klarifikasi itu, dari situlah kami bisa menilai tingkat kesalahannya, baru kami putuskan itu," kata Zainut saat berbincang dengan detikcom, Senin (23/1). (dkp/erd)