Dor! Polisi Tembak Mati 5 Mafia Narkoba yang Melawan di 2017

Dor! Polisi Tembak Mati 5 Mafia Narkoba yang Melawan di 2017

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 24 Jan 2017 18:14 WIB
Dor! Polisi Tembak Mati 5 Mafia Narkoba yang Melawan di 2017
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (ari/detikcom)
Jakarta - Bulan pertama di 2017 belum habis, namun semangat pemberantasan narkoba oleh Polri langsung menunjukkan totalitas. Terlihat dari lima mafia narkoba yang ditembak mati karena melawan aparat saat ditangkap.

"Pada 23 Januari, WCH melakukan perlawanan dengan mencoba merebut pistol petugas. Dengan terpaksa petugas melakukan penembakan dan meninggal di perjalanan saat dibawa ke rumah sakit," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).

Dalam pengungkapan itu, aparat kepolisian menemukan bukti 100 kg lebih sabu di kawasan pergudangan di Cakung, Jakarta Utara. Sebanyak 8 pelaku jaringan China ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WCH merupakan bandar narkoba kelima yang dimatikan aparat polisi karena melawan petugas. Sebelumnya, satu anggota mafia narkoba asal Malaysia ditembak mati oleh polisi pada 17 Januari lalu. Dari penangkapan di Hayam Wuruk itu, polisi mengamankan sabu 8 kg senilai Rp 10 miliar.

"Salah satu yang kita instruksikan ke jajaran Polri adalah untuk melakukan tindakan tegas kepada bandar-bandar yang melakukan perlawanan. Jangan segan-segan, kita kirim ke kamar jenazah," ujar Tito di kamar jenazah RS Polri pada 17 Januari ini.

Di awal bulan, Polri menembak 2 bandar narkoba yang menyelundupkan sabu jaringan Nigeria dengan cara ditelan. Dua pelaku yang dihabisi dengan timah panas polisi yaitu Chukwuebuka dan Ayogu Malachy Chiwetalu.

"Karena saya sudah menyampaikan kepada tim dari Polri, jangan segan dan jangan ragu melakukan tindakan sesuai SOP, terutama bandar, termasuk WNA jaringan narkotika internasional yang merusak bangsa kita. Kita lakukan tindakan tegas, jangan segan-segan lakukan tindakan yang maksimal," ujar Tito.

Ketegasan Tito mengingatkan pada 130-an gembong narkoba yang telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan dan berkekuatan hukum tetap. Tapi hingga hari ini, Kejaksaan Agung belum memberikan tanda-tanda untuk mengeksekusi mati mereka di tahun 2017 ini. (asp/idh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads