"Pada 23 Januari, WCH melakukan perlawanan dengan mencoba merebut pistol petugas. Dengan terpaksa petugas melakukan penembakan dan meninggal di perjalanan saat dibawa ke rumah sakit," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).
Dalam pengungkapan itu, aparat kepolisian menemukan bukti 100 kg lebih sabu di kawasan pergudangan di Cakung, Jakarta Utara. Sebanyak 8 pelaku jaringan China ditangkap dalam operasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu yang kita instruksikan ke jajaran Polri adalah untuk melakukan tindakan tegas kepada bandar-bandar yang melakukan perlawanan. Jangan segan-segan, kita kirim ke kamar jenazah," ujar Tito di kamar jenazah RS Polri pada 17 Januari ini.
Di awal bulan, Polri menembak 2 bandar narkoba yang menyelundupkan sabu jaringan Nigeria dengan cara ditelan. Dua pelaku yang dihabisi dengan timah panas polisi yaitu Chukwuebuka dan Ayogu Malachy Chiwetalu.
"Karena saya sudah menyampaikan kepada tim dari Polri, jangan segan dan jangan ragu melakukan tindakan sesuai SOP, terutama bandar, termasuk WNA jaringan narkotika internasional yang merusak bangsa kita. Kita lakukan tindakan tegas, jangan segan-segan lakukan tindakan yang maksimal," ujar Tito.
Ketegasan Tito mengingatkan pada 130-an gembong narkoba yang telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan dan berkekuatan hukum tetap. Tapi hingga hari ini, Kejaksaan Agung belum memberikan tanda-tanda untuk mengeksekusi mati mereka di tahun 2017 ini. (asp/idh)











































