Korban: Asyam Minta Mundur dari Diksar Maut UII Tapi Makin Dihukum

Korban: Asyam Minta Mundur dari Diksar Maut UII Tapi Makin Dihukum

Sukma Indah Permana - detikNews
Selasa, 24 Jan 2017 17:47 WIB
Korban: Asyam Minta Mundur dari Diksar Maut UII Tapi Makin Dihukum
Foto ilustrasi: Medali emas milik Asyam (Sukma Indah Permana/detikcom)
Sleman - Salah satu korban luka akibat mengikuti Diklat Dasar (Diksar) The Great Camping (TGC) Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII), Abyan Razaki (19) masih dirawat di Jogja International Hospital (JIH). Kepada kakaknya, Raihan Aflah (20), Abyan bercerita tentang kondisi sahabatnya Syaits Asyam yang akhirnya meninggal pada Sabtu (21/1) lalu.

Abyan bercerita bahwa Asyam sudah menyerah dengan diksar yang dilaksanakan di lereng Gunung Lawu tersebut. Namun saat meminta mundur, Asyam justru mendapat hukuman.

"Saya tidak bisa mengatakan hukuman seperti apa. Tapi karena melihat Asyam dihukum, adik saya akhirnya memilih lanjut daripada dihukum," ujar Raihan kepada wartawan di Jogja International Hospital, Ring Road Utara, Sleman, Selasa (24/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, saat ditanya Raihan soal siapa yang menghukum, Abyian menjawab para seniornya yang mereka sebut sebagai operasional.

Raihan berharap pihak kampus serius menyelesaikan kasus ini. Dia berharap tidak ada korban yang jatuh lagi.

Dia menambahkan adanya kesepakatan untuk tidak menuntut jika ada kerugian mental atau fisik di surat izin yang ditandatanganinya bukan lagi menjadi alasan.

"Iya, saya tanda tangani pernyataan itu dengan materai Rp 6.000,00. Negara ini kan negara hukum, nggak mungkin surat itu jadi surat bebas (hukum)," tegas Raihan.

(sip/dnu)


Berita Terkait