Pertemuan Jokowi dan Pimpinan MPR Singgung Sikap Saling Lapor

Pertemuan Jokowi dan Pimpinan MPR Singgung Sikap Saling Lapor

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 24 Jan 2017 16:36 WIB
Pertemuan Jokowi dan Pimpinan MPR Singgung Sikap Saling Lapor
Pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan MPR (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Pertemuan antara pimpinan MPR dan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, juga membahas sikap saling lapor ke polisi yang dilakukan beberapa orang. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan Presiden Jokowi mengeluhkan persoalan tersebut.

"Iya, ada disampaikan (sikap saling lapor ke polisi). Pak Jokowi juga menyampaikan kondisi kita sekarang kok begini, saling lapor, saling hujat," kata Hidayat saat ditemui seusai pertemuan pimpinan MPR dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Hidayat mengatakan dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kunci penyelesaian masalah itu adalah mempraktikkan secara jujur nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, diperlukan adanya forum dialog untuk membahas persoalan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi disepakati salah satu kuncinya, segera hadirkan komitmen secara jujur dan sesungguhnya tentang ber-Pancasila, ber-Bhinneka Tunggal Ika, NKRI. Praktikkan yang jujur," katanya.

"Dan hendaklah hadir kemampuan untuk berdialog, mengundang semua pihak untuk ngobrol, saling dengar," tambahnya.

Hidayat melanjutkan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menggagas tentang Dewan Kerukunan Nasional. Diharapkan, seluruh elemen bisa berembuk untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

"Sehingga tidak harus sampai pada tingkat saling melapor, saling menghujat. Kemudian menghadirkan seolah-olah kita ini bukan satu bangsa, satu negara. NKRI kita Bhinneka Tunggal Ika, jadi penting diselamatkan semuanya. Salah satu di antaranya itu tadi, hadirkan kenegarawanan untuk duduk bersama, dialog, selesaikan masalah secara jujur dan berkeadilan. Jangan publik dipertontonkan dengan penegakan hukum tidak adil, ya tadi. Ada bawa bendera Merah Putih dengan tulisan 'laa ilaha illallah' ditangkap, ada yang bawa bendera merah bertuliskan 'bismillahirrahmanirrahim' bebaskan si 'A', tidak ditangkap. Ini kan contoh buruk tentang pengamalan Pancasila, pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika. Itu tidak boleh terjadi, sehingga harus kita perbaiki," jelas Hidayat.

"Mudah-mudahan masih ada akal sehat dan kejujuran nasional mengamalkan NKRI kita ini," tambahnya. (jor/nwy)


Berita Terkait