"Sudah diketahui dan kami mengimbau kepada keluarga agar menyerahkan diri, untuk menginformasikan atau kita ambil tindakan tegas," kata Direktur IV Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).
Berdasarkan pengecekan kamera CCTV, Eko menjelaskan para pelaku berada di ruang tahanan nomor 5. Mereka membobol tembok sejak pukul 00.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko menuturkan para tahanan tersebut menggunakan batang besi dengan panjang sekitar 30 cm. Setelah tembok jebol, para tahanan lari dan memanjat dinding setinggi 2,5 meter di belakang Rumah Sakit Otak, yang berdampingan dengan gedung Direktorat IV Bareskrim. Mereka membutuhkan waktu 1 jam untuk melarikan diri.
"Kami temukan besi 30 cm di belakang tembok kamar mandi, diduga batangan besi itu didapat dari patahan batangan besi yang sudah lama atau dia mengambil dari atas situ yang sudah patah," ujarnya.
Ditambahkan Eko, petugas piket juga telah diperiksa. Para tahanan yang kabur merupakan jaringan kasus ganja yang ditangkap di Depok, Ciputat, dan Bogor.
"Baru sebulan atau 2 bulan belakangan kita lakukan penangkapan. Tidak ada kaitannya dengan Lapas Nusakambangan," ujarnya.
(idh/fjp)











































