Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira meminta Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama Baharuzaman, yang melaporkan Megawati, mempelajari dulu isi pidato tersebut.
"Apanya yang penistaan? Saya kira yang melaporkan itu tidak memahami persoalan, isi dari pidato itu. Suruh pelajari dululah pidato itu," kata Andreas setelah mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara pribadi, Andreas berpendapat ada kelompok tertentu yang mendorong Baharuzaman untuk melapor. Namun ia tak mau menuding terlalu jauh. "Ya kalau dilihat dari isi dan substansi, keliatan ya mungkin faktor itu, kita nggak tahu."
Politisi PDI Perjuangan, Aryo Bimo, mengaku belum tahu bagian dari pidato Mega yang dipersoalkan oleh Baharuzaman. Jika yang dipermasalahkan adalah kalimat mengenai 'pemimpin yang menganut ideologi tertutup, mempromosikan diri sebagai peramal masa depan', karena dinilai menyakiti hati umat Islam, banyak kerabatnya yang beretnis keturunan Arab tidak merasa tersinggung.
"Soal pidato yang mana? Kan pidatonya panjang. Soal ramalan masa depan? Banyak tetangga saya orang Arab, nggak kesinggung karena dia sudah jadi Arab dan jadi Indonesia," kata Aryo.
(erd/erd)










































