Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, dalam pertemuan itu, MPR menyampaikan soal tugas MPR, terutama terkait dengan sosialisasi empat pilar.
"Kami menyampaikan terkait tugas-tugas MPR, khususnya sosialisasi empat pilar, penekanan pada sosialisasi empat pilar MPR. Apalagi melihat perkembangan keadaan kita sekarang ini perlu secara sungguh-sungguh kita menyampaikan kembali nilai-nilai luhur keindonesiaan kita," kata Zulkifli di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ray Jordan/detikcom |
Zulkifli juga mengatakan kedua belah pihak membahas rencana Presiden Jokowi membentuk lembaga pemantapan Pancasila yang sudah ada Perpres-nya. MPR mengapresiasi langkah tersebut dan siap bekerja sama dengan pemerintah.
"Kami apresiasi, karena ini usulan rapat konsultasi dua tahun yang lalu (antara MPR) dengan Pak Presiden (dan) sudah ditindaklanjuti perlunya. Kalau dulu ada Manggala BP7, ada pelajaran-pelajaran mengenai pendidikan kewarganegaraan, pendidikan Pancasila, ada penataran dan sebagainya. Tentu sekarang kita memerlukan lagi disesuaikan metodenya dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, kami apresiasi, kami dukung tadi agar lembaga pemantapan Pancasila itu nanti bisa bekerja sama dengan MPR," jelas Zulkifli.
Pertemuan tersebut juga membahas tanggal 1 Juni, yang kini sudah ditetapkan sebagai hari nasional. Untuk itu, Zulkifli mengatakan peringatan 1 Juni sudah tidak lagi menjadi kewajiban MPR untuk merayakannya, melainkan menjadi tugas pemerintah.
"Tanggal 1 Juni sudah ditetapkan menjadi hari nasional. Oleh karena itu, pelaksanaan peringatan 1 Juni tidak lagi oleh MPR, tetapi harus oleh pemerintah, karena sudah ditetapkan sebagai hari nasional. Tapi tadi Pak Presiden mengatakan kalau bisa nanti tetap saja MPR bersama dengan pemerintah bersama-sama untuk melaksanakan 1 Juni," ujarnya.
Baca juga: Jokowi akan Bentuk Unit Kerja Pemantapan Ideologi Pancasila
Selain itu, lanjut Zulkifli, MPR, DPR dan DPD akan melakukan sidang tahunan pada 16 Agustus mendatang. Untuk itu, diharapkan Presiden Jokowi bisa menghadiri kegiatan tersebut.
"Kita meminta supaya Pak Presiden hadir pada 16 Agustus. Beliau mengatakan insya Allah akan hadir," katanya.
Hadir dalam pertemuan hari ini, selain Zulkifli Hasan, seluruh pimpinan MPR. Mereka adalah Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua MPR EE Mangindaan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR Mahyudin, dan Wakil Sekjen MPR Selfi Zaini. Sementara itu, Jokowi didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (jor/nwy)











































Foto: Ray Jordan/detikcom