Kandidat Pilkada Dicoret
5 Anggota KPUD Inhu Diteror
Rabu, 13 Apr 2005 15:11 WIB
Pekanbaru - Lima anggota KPUD Indragiri Hulu (Inhu)-Riau mendapat ancaman teror dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Teror ini bermunculan setelah KPUD Inhu mencoret nama kandidat Bupati Inhu, Soegianto, dari daftar pencalonan.Pasca pencoretan Soegianto, calon terkuat dari Golkar, anggota KPUD Inhu mendapat pengawalan polisi. Hingga saat ini teror dan ancaman terus diterima sejumlah anggota KPUD Inhu. Teror itu mereka terima lewat pesan singkat/SMS, telepon, serta dalam bentuk surat. Nada ancamanya pun bermacam-macam.Akibat teror ini, kini KPUD Inhu sangat berhati-hati sekali menerima setiap tamu yang datang ke Sekretariat mereka. Termasuk juga menerima telepon baik dari masyarakat maupun wartawan."Kami saat ini harus benar-benar waspada dalam setiap menerima telepon, termasuk dari wartawan. Karena kami selalu menerima ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggun gjawab," kata Alfian, anggota KPUD Inhu saat dihubungi detikcom, Rabu (13/4/2005).Menurut Alfian, ancaman itu terus bertubui-tubi datang dari orang yang tidak mereka kenal. Misalnya saja, kata Alfian, teror itu meminta pihak KPUD Riau untuk tidak terlalu banyak bicara dengan wartawan."Saya minta Anda tidak terlalu banyak bicara dengan wartawan, tahu sendiri nanti akibatnya," kata Alfian menirukan salah satu ancaman yang dia terima.Putusan MArPencoretan nama Soegianto yang juga anggota DPRD Riau dari daftar pencalonan ini sehubungan dengan adanya putusan tetap dari Mahkamah Agung pada 9 Maret 2005 No184?TU/07/srt.pid/IV/2005.Dalam putusan itu, MA menyebutkan ijazah sarjana muda milik Soegianto dinyatakan palsu. MA juga memerintahkan agar kandidat yang disebut-sebut orang dekat Gubernur Riau itu masuk kurungan selama 6 bulan. Berdasarkan keputusan tetap MA inilah, KPUD Inhu mengambil sikap tegas untuk mencoret namanya sebagai kandidat bupati Inhu.Akibat pencoretan nama Soegianto ini, massa Golkar tidak bisa menerimanya. Selasa kemarin lebih dari 500 pendukungnya mengepung kantor KPUD Inhu. Malah salah satu rumah anggota KPUD, Robi Apriadi di Desa Air Molek, Inhu sempat dibom molotov oleh orang yang tidak dikenal.
(nrl/)











































