"KY menjadi tempat khusus bagi suami saya. Saat dia diajak bergabung oleh Pak Busyro, matanya berbinar karena KY menjadi perwujudan mimpi dari suami untuk menciptakan peradilan bersih di Indonesia," ungkap Ella saat menghadiri acara Laporan Tahunan KY, di kantor KY, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/1/2017).
Asep meninggal dunia di usia 39 tahun, dengan meninggalkan seorang istri, Ella Irdamis Fajar, dan dua anak, yaitu Kencana Fajar (10) dan Garda Fajar (8).
"Mata suami saya selalu berbinar ketika dia mengembangkan jaringan KY. Bahkan cita-citanya juga tertuang dalam disertasinya di Spanyol tentang menciptakan peradilan sehat dan bersih," tutur Elli sembari menyeka matanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada disampaikan oleh Ketua KY periode 2010-2015 Suparman Marzuki, yang sempat menjadi pimpinan almarhum Asep.
"Saya dan Asep bisa dibilang berbeda usia 20 tahun tapi, saat saya berbicara dengannya, saya seperti berhadapan dengan orang yang sangat berpengalaman di bidang hukum," ingatnya saat mengenang sosok Asep.
Dalam kesempatan itu, Sekjen KY Danang Wijayanto memberikan lukisan karikatur bergambar Asep. (adf/asp)










































