Dia memuji perayaan dalam bentuk pergelaran drama teater sangatlah unik, khususnya melibatkan budayawan-budayawan bangsa yang dengan gamblangnya menyindir dunia politik.
"Bagus sekali ya ulang tahun semacam ini. Ulang tahun yang sangat menarik karena belum pernah ada ulang tahun yang kemudian mengundang budayawan, dan menggelar satu pentas budaya, dan menyadarkan kita para politikus bahwa sebenarnya budaya kita itu bisa menyatukan bangsa ini," kata Wiranto setelah menonton teater kebangsaan berjudul 'Tripikala' di gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ragam budaya itu bukan membuat kita pisah. Kita disadarkan budayawan sebenarnya politikus pun tidak perlu untuk berpisah atau berbeda pendapat sampai menimbulkan konflik dan sebagainya. Tatkala budaya kita, budaya Nusantara, disadarkan para budayawan," jelas Wiranto.
Salah satu isu pemecah bangsa yang hangat diperbincangkan saat ini adalah berita bohong atau hoax. Mantan Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menerangkan cara mengatasi hoax adalah mengeliminasi dan menetralkan bahayanya. Beban meminimalkan pengaruh buruk hoax tak hanya ada di pundak pemerintah, tetapi juga masyarakat.
"(Hoax) itu kan sudah jadi tren di dunia, ya. Semua negara di dunia menghadapi hal yang sama. Tinggal bagaimana tiap-tiap negara mampu mengeliminasi dan menetralkan bahaya hoax itu dan itu membutuhkan kesadaran masyarakat, bukan diserahkan begitu saja kepada pemerintah," terang dia.
Dia meminta masyarakat menyadari dampak buruk jika tenggelam dalam hoax. Masyarakat tak akan lagi mampu menemukan kebenaran dalam kehidupan bernegara.
"Maka artinya kita menyerah pada usaha-usaha merusak kesatuan dan persatuan, kecuali kita melakukan upaya-upaya yang terkoordasi untuk bisa menepis hoax itu."
"Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada berita-berita yang nyata-nyata tak sesuai kenyataan," tutup dia.
(dnu/dnu)











































