"Itu dugaan. Dugaan yang juga dilakukan oleh otoritas Turki kepada mereka. Oleh karena itu dengan informasi yang mereka sampaikan, tentu tugas kita mendalami ke mereka," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017).
Hingga saat ini, Densus 88 masih menggali keterangan dari mereka, apakah benar mereka ingin bergabung dengan ISIS atau ada tindak kejahatan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, menurut Boy, dunia sedang berupaya agar warga negara lain tidak ikut dalam konflik yang terjadi di Suriah dan Irak. Jadi jika ada warga negara lain yang menuju ke daerah konflik itu dengan tujuan yang patut dicurigai, maka akan langsung dipulangkan ke negara asalnya.
"Jadi dunia tengah berupaya untuk menghindari warga negara lain terjebak dalam konflik di Irak, Suriah. Jadi caranya, ketemu, dapat, dikembalikan, kecuali mereka benar wisatawan. Tapi jika terungkap ada tujuan lain siap-siap dikembalikan," ujarnya.
Boy kemudian mengatakan, jika mereka tidak terbukti berkaitan dengan gerakan radikal tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengembalikan mereka kepada keluarganya. Saat ini mereka sedang diperiksa secara intensif di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Sebelumnya diberitakan, Kantor Imigrasi (Kanim) Klas I Khusus Soekarno-Hatta bersama Densus 88 mengamankan 16 WNI yang diduga akan menjadi relawan Suriah. Mereka terdiri atas delapan orang wanita dan delapan orang laki-laki. Mereka adalah FW (25), S (30), M (3), S (23), SMA (35), APA (18), IOM (29), SS (31), RRZ (36), UAS (38), MBM (9), MSR (1), ARR (8), ZKI (2), AIR (9), JF (31). (rvk/nkn)











































